Sejarah dan Budaya Goront
Benda Sejarah Gorontalo Mulai Dipulangkan dari Manado, Termasuk Tengkorak Manusia Oluhuta
Setelah puluhan tahun tersimpan di Manado, satu per satu artefak bersejarah asal Gorontalo mulai berhasil dipulangkan ke daerah asalnya.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TENGKORAK-OLUHUTA-Potret-tengkorak-manusia-Oluhuta.jpg)
"Kecuali dari Manado ada penghapusan koleksi atau dihibahkan," tambah Merry.
Saat ini Museum Negeri Sulawesi Utara sedang bersiap melakukan revitalisasi.
Bagi pihak Museum Purbakala Gorontalo, momen ini menjadi peluang strategis untuk kembali mengajukan permohonan pemulangan artefak yang masih tertahan.
Pada tahun 2000, Balai Arkeologi Manado menemukan kerangka manusia dan artefak prasejarah di pesisir pantai Desa Oluhuta.
Selain kerangka manusia, di lokasi tersebut juga ditemukan beliung persegi yang terbuat dari batu, pecahan gerabah dan sisa tuangan logam perunggu.
Kerangka-kerangka yang ditemukan teratur sejajar dengan orientasi barat-timur, menunjukkan adanya pola budaya penguburan manusia yang sudah teratur lebih dari 2.000 tahun lalu.
Penemuan ini menjadi bukti penting perkembangan teknologi, kepercayaan, hingga struktur sosial masyarakat prasejarah di Gorontalo.
Melalui upaya berkelanjutan, Museum Purbakala Gorontalo berharap satu per satu artefak yang masih tertahan bisa kembali pulang ke tanah asalnya sebagai warisan sejarah dan kebanggaan daerah. (*)