Pemkab Gorontalo
Kisah Satpol PP Kabupaten Gorontalo Razia Prostitusi Online, Puluhan Kasus Penyakit Menular Terkuak
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo mengintensifkan penertiban praktik prostitusi online
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Melalui penyamaran dan koordinasi lintas sektor, Satpol PP hampir setiap hari melakukan penertiban, dengan tujuan membuat praktik ilegal ini tidak nyaman beroperasi di wilayah Gorontalo
- Dari hasil pemeriksaan kesehatan terhadap perempuan yang diamankan, ditemukan banyak kasus penyakit menular, terutama sifilis, yang sebagian besar berasal dari pemandu lagu (LC) di tempat hiburan malam
- Selain penertiban prostitusi, Satpol PP juga mengedepankan pendekatan persuasif terhadap masyarakat
TRIBUNGORONTALO.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo mengintensifkan penertiban praktik prostitusi online di wilayah Kabupaten Gorontalo.
Kepala Satpol PP Kabupaten Gorontalo, Mohamad Taufik Margono, mengatakan dari sejumlah operasi yang dilakukan bersama lintas sektor, petugas bahkan menemukan puluhan kasus penyakit menular setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap perempuan yang diamankan.
Hal tersebut disampaikan Taufik dalam program siniar "Tribun Podcast" yang dipandu Redaktur TribunGorontalo.com, Fajri A Kidjab, Kamis (12/3/2026) siang.
Menurutnya, praktik prostitusi merupakan fenomena sosial yang sulit diberantas sepenuhnya karena berkaitan dengan adanya permintaan dari pengguna jasa.
“Fenomena ini hampir sama dengan minuman keras. Kita tidak bisa mengatakan ini bisa diberantas sampai habis, karena selama penggunanya masih ada maka praktik seperti ini juga akan muncul. Yang bisa kita lakukan adalah menekan agar mereka tidak nyaman beroperasi di Kabupaten Gorontalo,” ujar Taufik.
Ia menjelaskan, praktik prostitusi kini banyak beralih ke platform daring sehingga metode penertiban juga menyesuaikan dengan perkembangan tersebut.
Satpol PP bahkan melakukan penyamaran untuk mengidentifikasi lokasi yang diduga menjadi tempat pertemuan.
“Kita mencoba masuk seperti pelanggan. Kita berkomunikasi sampai pada tahap negosiasi harga. Setelah mereka memberikan titik lokasi, kita identifikasi dan kita screenshot sebagai bahan untuk turun ke lapangan,” jelasnya.
Dari proses tersebut, tim Satpol PP telah mengidentifikasi beberapa titik yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi.
Setelah mendapatkan informasi lokasi, petugas langsung melakukan penertiban di lapangan.
“Hampir setiap hari kita turun. Dari operasi itu hampir selalu ada yang kita temukan. Tujuan kita bukan sekadar menangkap, tetapi membuat mereka tidak betah beroperasi di wilayah Kabupaten Gorontalo,” katanya.
Menurut Taufik, dalam setiap penertiban Satpol PP tidak bekerja sendiri.
Pihaknya melibatkan lintas sektor seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan serta Dinas Kesehatan untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap perempuan yang diamankan.
Setelah diamankan, mereka dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis.