Banjir di Pohuwato
28 Keluarga Terdampak Banjir di Desa Hulawa Gorontalo, Satu Masjid Terendam
Sebanyak 28 keluarga di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, terdampak banjir bandang merendam permukima
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-warga-gotong-royong-membersihakan-masjid.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 28 rumah dan satu masjid di Desa Hulawa terendam lumpur akibat luapan Sungai Taluduyunu, berdampak pada 28 KK (sekitar 115 jiwa)
- Per Minggu (8/3/2026) pagi, debit air dilaporkan telah surut sepenuhnya, namun meninggalkan sisa lumpur tebal yang menutupi hunian warga dan fasilitas umum
- Fokus Pemulihan: BPBD Pohuwato bersama warga memprioritaskan pembersihan masjid dan rumah penduduk agar kegiatan ibadah tarawih dan istirahat warga selama bulan Ramadan
TRIBUNGORONTALO.COM – Sebanyak 28 keluarga di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, terdampak banjir bandang mulai Sabtu sore (7/3/2026).
Luapan Sungai Taluduyunu mengakibatkan puluhan rumah warga dan satu fasilitas ibadah terendam lumpur, memaksa warga dan petugas bekerja ekstra keras untuk memulihkan kondisi desa agar ibadah puasa tetap berjalan khidmat.
Hingga Minggu pagi (8/3/2026), dilaporkan bahwa debit air yang sempat mengepung desa mulai menunjukkan tren penurunan.
Masyarakat setempat mulai keluar dari rumah mereka untuk memeriksa kerusakan yang ditinggalkan oleh air bah.
Sungai Taluduyunu yang sebelumnya meluap hebat kini perlahan kembali ke jalurnya yang normal.
Aroma tanah basah dan sisa lumpur masih tercium pekat di sepanjang jalan desa.
Pihak BPBD Kabupaten Pohuwato terus memantau pergerakan air di hulu sungai untuk memastikan tidak ada banjir susulan.
Kepala BPBD Pohuwato, Abdulmutalib Dunggio, memberikan pernyataan resmi terkait kondisi terkini di Desa Hulawa.
Ia mengonfirmasi bahwa status air saat ini sudah masuk dalam fase "reda" atau surut sepenuhnya dari area hunian.
"Air sudah reda," ungkap pria yang akrab disapa Tuten tersebut.
Meskipun air sudah surut, tantangan baru justru muncul bagi para warga yang terdampak.
Lumpur tebal setinggi mata kaki masih menutupi lantai rumah-rumah warga yang terendam.
Rincian Dampak Kerusakan
Berdasarkan data verifikasi sementara yang dihimpun oleh tim reaksi cepat BPBD, dampak banjir ini cukup meluas.
Tercatat ada 28 Kepala Keluarga (KK) yang secara langsung merasakan dampak luapan sungai ini.