Banjir di Pohuwato
28 Keluarga Terdampak Banjir di Desa Hulawa Gorontalo, Satu Masjid Terendam
Sebanyak 28 keluarga di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, terdampak banjir bandang merendam permukima
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-warga-gotong-royong-membersihakan-masjid.jpg)
Jika ditotalkan secara individu, terdapat sekitar 115 jiwa yang terpaksa mengungsi atau menyelamatkan barang berharga semalam suntuk.
Secara fisik, 28 unit bangunan rumah warga dilaporkan sempat terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Bukan hanya rumah tinggal, satu-satunya masjid di wilayah terdampak juga tidak luput dari terjangan air.
Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat saat ini umat Muslim sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadan.
Warga merasa sedih karena tempat yang biasanya digunakan untuk salat Tarawih tertutup material sisa banjir.
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya kerusakan struktural yang bersifat permanen atau roboh.
Namun, kerugian materiil berupa rusaknya perabot rumah tangga dan alat elektronik mulai diinventarisir oleh warga.
Keberuntungan masih berpihak karena tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah ini.
Baca juga: Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo
Fokus Penanganan Pascabanjir
BPBD Kabupaten Pohuwato tidak membuang waktu dan langsung menerjunkan personel tambahan ke lokasi.
Sinergi antara petugas dan masyarakat terlihat sangat kental di lapangan sejak pagi hari.
Fokus utama penanganan saat ini adalah pembersihan total material lumpur dan sampah yang terbawa arus.
Pembersihan ini dilakukan secara manual dengan alat seadanya serta bantuan mesin penyemprot air.
Petugas membagi tim menjadi beberapa kelompok agar penanganan bisa dilakukan secara paralel di banyak titik.
Prioritas pertama yang ditetapkan oleh tim di lapangan adalah pembersihan rumah ibadah.
Masjid desa menjadi pusat perhatian agar masyarakat tetap bisa melaksanakan salat berjamaah malam nanti.
"Karena ini bulan puasa, jadi fokus ke rumah ibadah dan rumah-rumah penduduk," tegas Tuten Dunggio.
Selain masjid, pembersihan rumah penduduk juga dipercepat agar warga bisa beristirahat dengan layak. Warga bahu-membahu menyapu lumpur keluar dari ruang tamu dan kamar tidur mereka. (*)