Berita Internasional
Saudi Minta Amerika Segera Serang Iran, Sebut Penundaan Bikin Teheran Makin Berani
Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, memperingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/FOTO-STOK-Menteri-Pertahanan-Arab-Saudi-Khalid-bin-Salman.jpg)
Sementara itu, negara-negara lain di kawasan seperti Qatar dan Oman dilaporkan tengah berupaya keras meredam Gedung Putih agar tidak melancarkan serangan terhadap Iran, sebagaimana dilaporkan Politico.
Namun, menurut tiga sumber yang mengetahui diskusi antara pemerintahan AS dan mitra Teluk, Gedung Putih belum memberikan jaminan konkret bahwa mereka akan mengikuti saran negara-negara kawasan.
Baca juga: KUR Mandiri 2026 Bunga 6 Persen: Panduan Lengkap Cicilan hingga Rp 500 Juta untuk UMKM
Sebaliknya, peringatan publik Trump yang semakin keras, ditambah dengan terus mengalirnya kapal perang dan aset udara AS ke kawasan Teluk, justru mempersempit pilihan presiden sendiri.
Kondisi ini memicu keyakinan yang kian menguat di kalangan pejabat regional bahwa suatu bentuk serangan terhadap Iran semakin sulit dihindari.
Pada Kamis, Trump mengatakan kepada CBS News bahwa ia telah melakukan pembicaraan dengan Iran dalam beberapa hari terakhir dan berencana melanjutkannya.
“Kami memiliki kapal-kapal yang sangat besar dan sangat kuat yang sedang berlayar menuju Iran sekarang. Akan sangat baik jika kami tidak perlu menggunakannya,” ujar Trump.
Trump juga mengungkapkan dua pesan utama yang ia sampaikan kepada Iran.
“Pertama, tidak ada nuklir. Kedua, hentikan pembunuhan terhadap para demonstran,” katanya.
Pada Jumat, Trump kembali mengatakan kepada wartawan bahwa Iran ingin “membuat kesepakatan”.
“Mudah-mudahan kami bisa membuat kesepakatan. Jika kami membuat kesepakatan, itu bagus. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi,” pungkasnya.
(*)
Iran
Amerika Serikat
Saudi Arabia
Berita Internasional
Pangeran Khalid bin Salman
Menteri Pertahanan Arab Saudi
| Putusan Mahkamah Agung Gagalkan Tarif Darurat, Trump Balas dengan Skema 10 Persen |
|
|---|
| Mantan Presiden Korea Selatan Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup atas Upaya Kudeta |
|
|---|
| Lovers Arch Ambruk, Ikon Romantis Italia Tinggal Kenangan Diterjang Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Intelijen Korea Selatan Sebut Kim Jong Un Siapkan Putrinya Jadi Pewaris Kepemimpinan Korea Utara |
|
|---|
| WhatsApp Diblokir Total di Rusia, Kremlin Dorong Warga Gunakan Aplikasi Pesan Nasional |
|
|---|