Rabu, 4 Maret 2026

Berita Internasional

Saudi Minta Amerika Segera Serang Iran, Sebut Penundaan Bikin Teheran Makin Berani

Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, memperingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Saudi Minta Amerika Segera Serang Iran, Sebut Penundaan Bikin Teheran Makin Berani
TribunGorontalo.com
FOTO STOK -- Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman di Washington untuk kunjungan resmi yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral dengan Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Pertahanan Arab Saudi memperingatkan bahwa kegagalan Trump menindaklanjuti ancamannya terhadap Iran dapat membuat Teheran semakin berani.
  • Meski AS meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah, Gedung Putih mengklaim masih membuka peluang diplomasi meski tanpa negosiasi konkret.
  • Negara-negara Teluk khawatir eskalasi peringatan Trump justru membuat serangan terhadap Iran semakin sulit dihindari.

 

TRIBUNGORONTALO.COM - Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, memperingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump berisiko memperkuat posisi rezim Iran apabila tidak menindaklanjuti ancaman militernya terhadap Teheran.

Empat sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada Axios bahwa sikap ragu-ragu AS dapat membuat Iran semakin berani.

Sebelumnya, Arab Saudi justru sempat memperingatkan agar ketegangan dengan Iran tidak ditingkatkan.

Sikap tersebut dilaporkan menjadi salah satu faktor yang membuat Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran.

Pangeran Khalid bin Salman, yang merupakan adik kandung Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) sekaligus orang kepercayaannya, berada di Washington untuk membahas langkah yang harus diambil terhadap Iran, menurut laporan Axios.

Dalam rangkaian kunjungannya, pada Jumat waktu setempat, Pangeran Khalid bertemu dengan 15 pakar think tank Timur Tengah serta perwakilan dari lima organisasi Yahudi.

Baca juga: Jokowi Tetap Tempuh Jalur Hukum soal Ijazah Meski Buka Ruang Maaf

Pertemuan itu membahas eskalasi ketegangan regional dan kemungkinan respons terhadap Iran.

Di sisi lain, Iran telah memperingatkan bahwa setiap tindakan militer terhadap negaranya akan dibalas dengan respons yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Axios melaporkan bahwa pada Kamis, Pangeran Khalid, yang kerap disebut KBS, juga mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Utusan Gedung Putih Steve Witkoff, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.

Meski Trump telah memerintahkan pengerahan besar-besaran kekuatan militer AS di Timur Tengah, pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Axios bahwa keputusan final belum diambil.

Baca juga: KUR Mandiri 2026 Bunga 6 Persen: Panduan Lengkap Cicilan hingga Rp 500 Juta untuk UMKM

Mereka mengklaim masih terbuka untuk solusi diplomatik, meskipun hingga kini belum ada negosiasi yang benar-benar berlangsung.

“Iran selalu ingin membuat kesepakatan. Tapi masalahnya adalah, kesepakatan seperti apa yang ingin dibuat,” ujar seorang pejabat Teluk kepada Axios.

“Kesepakatan seperti apa yang diinginkan Iran dan kesepakatan apa yang bisa diterima Amerika Serikat? Itu pertanyaan besar, dan saat ini kami belum melihat titik temu," tambahnya. 

Dalam percakapan terpisah, Putra Mahkota Mohammed bin Salman disebut telah menyampaikan kepada Presiden Iran bahwa Arab Saudi tidak akan mengizinkan Amerika Serikat menggunakan wilayah udaranya untuk menyerang Iran.

Baca juga: Kenapa Harga Emas Mahal? Ini 3 Faktor yang Mendorong Kenaikannya, Ternyata Ada yang Borong!

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved