Perang Rusia Ukraina
Rudal dan Drone Rusia Hantam Kyiv, 23 Tewas Termasuk 4 Anak, Dunia Kecam Serangan Mematikan
Rudal dan drone Rusia kembali menghujani ibu kota Ukraina, Kyiv, Kamis (28/8/2025), menewaskan sedikitnya 23 orang, termasuk empat anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POTRET-Potret-reruntuhan-serangan-Rusia.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Rudal dan drone Rusia kembali menghujani ibu kota Ukraina, Kyiv, Kamis (28/8/2025), menewaskan sedikitnya 23 orang, termasuk empat anak.
Serangan udara yang digambarkan sebagai salah satu paling mematikan sejak invasi penuh Rusia pada Februari 2022 itu juga melukai puluhan lainnya serta merusak sejumlah fasilitas internasional.
Ledakan besar menghantam kawasan permukiman padat, menorehkan kawah lima lantai pada sebuah blok apartemen hingga bangunan terbelah dua.
Tim penyelamat terlihat mengevakuasi korban dengan kantong jenazah dari puing-puing yang masih membara.
“Jika saya terlambat masuk ke tempat perlindungan satu menit saja, mungkin saya sudah terkubur di sana,” kata Andriy, salah satu korban selamat.
Militer Ukraina menyebut Moskow menembakkan 629 rudal dan drone, serangan udara terbesar kedua sepanjang perang.
Gedung Internasional Ikut Rusak
Serangan itu juga merusak kantor misi Uni Eropa, gedung kebudayaan milik pemerintah Inggris, serta kantor dua media lokal. Kondisi ini memicu protes keras dari negara-negara Barat.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut aksi Rusia sebagai “teror dan barbarisme”, sementara PM Inggris Keir Starmer menuduh Presiden Vladimir Putin “merusak harapan perdamaian”. Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan Rusia telah “menunjukkan wajah aslinya”.
Uni Eropa dan Inggris bahkan memanggil duta besar Rusia untuk meminta penjelasan.
Zelensky: Diplomasi Dihancurkan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan ini sebagai “pembunuhan sipil yang mengerikan dan disengaja”. Ia menegaskan Rusia tidak menunjukkan niat mengakhiri perang, melainkan terus melancarkan serangan baru.
“Semua kesempatan diplomasi sudah dihancurkan. Rusia harus bertanggung jawab atas setiap serangan, setiap hari perang ini,” tegasnya.
Zelensky menyerukan sanksi baru terhadap Moskow, sementara NATO menegaskan akan memastikan Ukraina mendapat dukungan untuk mempertahankan diri.
Diplomasi Mandek, Perang Makin Panas
Meski Kremlin berdalih hanya menargetkan fasilitas militer, kenyataannya gedung sipil ikut luluh lantak.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Rusia tetap “terbuka pada diplomasi”, namun operasi militer akan terus berjalan.
Pertemuan Putin–Trump di Alaska awal bulan ini pun belum menghasilkan terobosan.
| Trump Ancam Balas Rusia Usai Serangan ke Rumah Sakit Bersalin Ukraina |
|
|---|
| Serangan Besar Rusia Tewaskan 4 Orang di Kyiv, Ukraina Minta Dunia Bertindak Tegas |
|
|---|
| Ukraina Bombardir 4 Pangkalan Udara Rusia, 41 Pesawat Militer Hancur Lebur |
|
|---|
| 41 Pesawat Pengebom Militer Rusia Dihancurkan Ukraina, Terungkap Taktik Berani Gunakan 117 Drone |
|
|---|
| Pendudukan Ukraina di Kursk Wilayah Rusia, Tewaskan 350 Orang, Terkini Tembaki Helikopter Putin |
|
|---|