Berita Internasional
Rusia Marah Resolusinya soal Perdamaian di Iran Ditolak PBB, China Ikut Kecewa
Dewan Keamanan United Nations Security Council gagal mengesahkan rancangan resolusi yang diajukan Rusia terkait konflik yang sedang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/VOTING-Suasana-voting-di-PBB-Diketahui-voting-perdamaian.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dewan Keamanan United Nations Security Council gagal mengadopsi resolusi yang diajukan Rusia terkait konflik Timur Tengah.
- Resolusi tersebut hanya mendapat empat suara dukungan, sementara Amerika Serikat dan Latvia menolak dan sembilan negara memilih abstain.
- Rusia dan China menyayangkan hasil voting tersebut, sementara AS menilai Rusia mencoba melindungi Iran.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Dewan Keamanan United Nations Security Council gagal mengesahkan rancangan resolusi yang diajukan Rusia terkait konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Resolusi tersebut bertujuan menyampaikan duka atas “kehilangan nyawa yang tragis sepanjang permusuhan yang sedang berlangsung” di kawasan tersebut serta menyerukan penghentian segera semua aksi militer.
Dalam pemungutan suara yang berlangsung pada Rabu, rancangan resolusi itu hanya memperoleh empat suara dukungan, yaitu dari Rusia, China, Somalia, dan Pakistan.
Baca juga: Harga Minyak Tembus 101 Dolar, AS Keluarkan Cadangan Darurat
Sementara itu, Amerika Serikat dan Latvia memberikan suara penolakan. Sebanyak sembilan negara lainnya memilih abstain, yakni Inggris, Prancis, Bahrain, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Denmark, Yunani, Liberia, dan Panama.
Dokumen yang diajukan Rusia tersebut menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer yang terjadi di Timur Tengah dan wilayah sekitarnya.
Resolusi itu juga mengecam semua serangan terhadap warga sipil serta infrastruktur sipil dan menyerukan semua pihak untuk menghentikan aksi militer serta kembali ke jalur diplomasi.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengkritik keras hasil pemungutan suara tersebut.
Ia menyebut pemungutan suara itu sebagai “ujian untuk menunjukkan warna sebenarnya” dari negara-negara anggota Dewan Keamanan.
Baca juga: Iran Tegaskan Kuasai Selat Hormuz, Kapal Amerika dan Sekutu Dilarang Melintas
“Ini tidak masuk akal. Ini memalukan,” kata Nebenzia dalam sidang tersebut.
Menurutnya, negara-negara yang menolak resolusi itu didorong oleh kepentingan politik jangka pendek dan solidaritas blok politik tertentu, yang menurutnya merusak otoritas Dewan Keamanan.
Di sisi lain, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Mike Waltz menilai Rusia sebenarnya sudah mengetahui bahwa resolusi tersebut tidak memiliki cukup dukungan untuk disahkan.
“Sekali lagi Rusia bertindak di Dewan Keamanan untuk melindungi mitranya, Iran,” ujar Waltz.
Ia juga menolak apa yang disebutnya sebagai upaya Rusia mencampuradukkan tindakan militer Amerika Serikat yang menurutnya sah berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.
Waltz menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus berupaya meminta pertanggungjawaban Iran atas tindakan yang dianggap mengganggu stabilitas kawasan.