Perang Rusia Ukraina

Trump Ancam Balas Rusia Usai Serangan ke Rumah Sakit Bersalin Ukraina

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Rusia, setelah pasukan Moskow dilaporkan menggempur rumah sakit bersalin di

Editor: Wawan Akuba
ASS
AMERIKA - Presiden Donald Trump mengancam akan mengambil langkah balasan terhadap Rusia usai serangan mematikan ke rumah sakit bersalin Ukraina. Sembari meninjau bencana banjir di Texas, Trump juga memastikan akan mengirim lebih banyak senjata ke Kyiv lewat NATO dan mendukung sanksi tambahan untuk menekan Moskow. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Rusia, setelah pasukan Moskow dilaporkan menggempur rumah sakit bersalin di Ukraina.

Serangan pada Kamis itu melukai sedikitnya sembilan orang dan memicu kecaman internasional.

Saat berbicara dengan awak media di Gedung Putih, Jumat (12/7/2025) sebelum berangkat meninjau dampak banjir di Texas, Trump menyebut publik akan “melihat sesuatu terjadi” terkait serangan mematikan tersebut. Namun, ia enggan menjelaskan lebih lanjut tindakan apa yang dimaksud.

Pernyataan Trump ini muncul hanya sehari setelah dia berjanji akan mengumumkan langkah besar soal konflik Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung tiga tahun.

Dalam wawancara dengan NBC News, Trump menegaskan bahwa AS akan terus mendukung Ukraina dengan mengirim lebih banyak senjata lewat jalur NATO.

Menurut Trump, semua persenjataan yang dikirim ke NATO akan dibayar penuh oleh aliansi tersebut, kemudian dialihkan ke Ukraina.

“Kami kirim senjata ke NATO, mereka bayar, lalu NATO kirim ke Ukraina,” kata Trump menegaskan rencananya.

Klaim Trump Pernah Ancam Putin

Ancaman Trump terhadap Moskow sebenarnya bukan hal baru. Dalam sebuah buku terbaru berjudul 2024: Bagaimana Trump Merebut Kembali Gedung Putih dan Demokrat Kehilangan Amerika, terungkap bahwa Trump pernah mengancam Presiden Vladimir Putin secara langsung.

Dalam rekaman audio yang dikutip penulis buku, Trump mengaku pernah memperingatkan Putin akan membom Moskow jika Rusia nekat menyerang Ukraina. Meski Putin sempat meragukan ancaman itu, Trump yakin Putin “percaya sepuluh persen”.

Trump kini menjabat masa jabatan kedua di Gedung Putih dengan sikap yang lebih keras terhadap Rusia, berbeda dengan pendekatannya di masa lalu.

Hubungannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun sempat diwarnai drama pemakzulan pada 2019, saat panggilan telepon keduanya memicu kontroversi soal bantuan militer ke Kyiv.

Sikap Terbaru: Kirim Senjata Lagi

Awal tahun ini, Trump sempat menghentikan pengiriman amunisi ke Ukraina, tetapi kebijakan tersebut dibatalkan setelah anggota parlemen Partai Republik menekan pemerintahannya.

Kini, melihat serangan Rusia yang kian brutal, Trump berjanji mengirim lagi amunisi dan rudal tercanggih.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved