Jalan Tertutup Longsor di Boalemo
Akibat Longsor, Musa Diko Warga Desa Lamu Boalemo Gorontalo Gagal Jualan di Pasar
Musa Diko, warga Desa Lamu Boalemo mengatakan dirinya tidak bisa mengais rezeki dengan adanya longsor ini.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/boalemo-longsor.jpg)
Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Boalemo sudah berada di lokasi.
Kepala BPBD Boalemo, Roslina Karim, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 01.30 Wita dari pengendara.
“Begitu laporan masuk, tim reaksi cepat langsung menuju lokasi membawa perlengkapan manual sambil menunggu alat berat,” kata Roslina.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Kakak Beradik Keroyok Tetangga - Pantai Kurenai Dipadati Wisatawan
Roslina menjelaskan bahwa penanganan awal dilakukan secara darurat oleh BPBD bersama aparat kepolisian dan TNI.
Mereka membuka sebagian akses jalan secara manual agar kendaraan kecil bisa lewat secara bergantian.
Hingga pukul 08.30 WITA, kemacetan masih terlihat panjang walaupun sudah ada beberapa kendaraan yang berhasil melintas.
“Alat berat dari dinas teknis sudah kami koordinasikan, dan sedang dalam perjalanan menuju lokasi,” ujar Roslina.
Ia juga mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak melintas jika cuaca sedang buruk, terutama di wilayah perbukitan yang rawan longsor.
Baca juga: Hati-Hati Konsumsi Daging Kurban Berlebihan, Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai
“Kami harap masyarakat melaporkan lebih awal jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, agar bisa dicegah lebih cepat,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ruas Jalan Trans Sulawesi di perbatasan antara Desa Potanga Kecamatan Botumoito dan Desa Lamu Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, tertimbun longsor.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.00 Wita, Senin (9/6/2025).
Tanah longsor diipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (8/6) malam.
Baca juga: BPJS Hewan dan Microchip untuk Satwa di Jakarta Bakal Dimulai 2026, Ini Tanggapan DPRD
Material longsor berupa tanah merah, bebatuan, hingga batang pohon menutupi hampir seluruh badan Jalan Trans Sulawesi.
Akibatnya, arus lalu lintas ;umpuh totoal. Kemacetan terjadi sepanjang 3 kilometer (km).
(TribunGorontalo.com/Nawir Islim)