Jalan Tertutup Longsor di Boalemo
Akibat Longsor, Musa Diko Warga Desa Lamu Boalemo Gorontalo Gagal Jualan di Pasar
Musa Diko, warga Desa Lamu Boalemo mengatakan dirinya tidak bisa mengais rezeki dengan adanya longsor ini.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/boalemo-longsor.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Longsor di perbatasan Potanga - Lamu di Boalemo terjadi.
Jalan Trans Sulawesi yang menhubungkan kedua desa ini tertimbun longsor.
Selain itu, tak adanya akses jalur alternatif lainnya membuat arus lalu lintas lumpuh total.
Sejumlah kendaraan seperti truk dan bus terjebak dan tidak bisa bergerak.
Baca juga: PT Indofood Buka Ratusan Lowongan Pekerjaan di Juni 2025, Lulusan SMA hingga S1 Bisa Daftar
Pengendara sepeda motor pun ikut terjebak karena adanya kendaraan besar yang membuat jalanan terhalang.
Warga pun ikut terdampak dengan adanya longsor di jalan utama.
Salah satunya Musa Diko, warga Desa Lamu Boalemo mengatakan dirinya tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan adanya longsor ini.
Kata Musa dirinya sudah berada di lokasi sejak pukul 03.00 Wita.
Baca juga: Siang-siang Mabuk dan Bawa Sajam, Pria di Manado Akhirnya Diringkus Polisi
Namun, hingga matahari terbit tak ada tanda-tanda arus lalu lintas bakal lancar kembali.
Padahal kata Musa, dirinya akan ke Pasar Tilamuta untuk berjualan demi kebutuhan keluarganya.
“Saya mau ke pasar Tilamuta untuk jualan, tapi tertahan karena longsor. Truk-truk besar juga tidak bisa mundur,” ujar Musa kepada TribunGorontalo.com, Senin.
Dengan longsor ini membuat warga yang ingin mencari rezeki malah tertunda.
Warga lainnya, Darmo Rauf mengatakan kejadian ini sudah berulang kali terjadi.
Baca juga: Tak Semua Masyarakat Bisa Dapat! Ini 5 Syarat Utama Penerima BSU 2025 Sesuai Permenaker
Sehingga dia meminta pemerintah harus turun tangan.
“Setiap musim hujan pasti rawan longsor. Harusnya sudah ada penanganan dari dulu, entah itu bronjong atau talud,” kata Darmo.
Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Boalemo sudah berada di lokasi.
Kepala BPBD Boalemo, Roslina Karim, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 01.30 Wita dari pengendara.
“Begitu laporan masuk, tim reaksi cepat langsung menuju lokasi membawa perlengkapan manual sambil menunggu alat berat,” kata Roslina.
Baca juga: GORONTALO TERPOPULER: Kakak Beradik Keroyok Tetangga - Pantai Kurenai Dipadati Wisatawan
Roslina menjelaskan bahwa penanganan awal dilakukan secara darurat oleh BPBD bersama aparat kepolisian dan TNI.
Mereka membuka sebagian akses jalan secara manual agar kendaraan kecil bisa lewat secara bergantian.
Hingga pukul 08.30 WITA, kemacetan masih terlihat panjang walaupun sudah ada beberapa kendaraan yang berhasil melintas.
“Alat berat dari dinas teknis sudah kami koordinasikan, dan sedang dalam perjalanan menuju lokasi,” ujar Roslina.
Ia juga mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak melintas jika cuaca sedang buruk, terutama di wilayah perbukitan yang rawan longsor.
Baca juga: Hati-Hati Konsumsi Daging Kurban Berlebihan, Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai
“Kami harap masyarakat melaporkan lebih awal jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, agar bisa dicegah lebih cepat,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ruas Jalan Trans Sulawesi di perbatasan antara Desa Potanga Kecamatan Botumoito dan Desa Lamu Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, tertimbun longsor.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.00 Wita, Senin (9/6/2025).
Tanah longsor diipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (8/6) malam.
Baca juga: BPJS Hewan dan Microchip untuk Satwa di Jakarta Bakal Dimulai 2026, Ini Tanggapan DPRD
Material longsor berupa tanah merah, bebatuan, hingga batang pohon menutupi hampir seluruh badan Jalan Trans Sulawesi.
Akibatnya, arus lalu lintas ;umpuh totoal. Kemacetan terjadi sepanjang 3 kilometer (km).
(TribunGorontalo.com/Nawir Islim)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.