Penemuan Jenazah
Terkuak Motif Pria Habisi Nyawa Adik Ipar di Boalemo Gorontalo, Panik Aksi Bejat Terbongkar
Pihak kepolisian akhirnya mengungkap tabir gelap di balik kasus pembunuhan seorang anak perempuan berinisial RI (13) di Kabupaten Boalemo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Tersangka RP (19) nekat menghabisi nyawa adik iparnya, RI (13), karena merasa takut dan panik setelah korban mengancam akan melaporkan aksi bejat (pemerkosaan) tersangka kepada orang tuanya
- Kejadian bermula pada Minggu dini hari (15/2/2026), di mana tersangka awalnya memberikan uang jajan kepada korban agar mau keluar rumah
- Setelah melakukan kekerasan fisik yang mengakibatkan korban tewas, tersangka membuang jenazah korban ke laut di kawasan hutan mangrove
TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak kepolisian akhirnya mengungkap tabir gelap di balik kasus pembunuhan seorang perempuan berinisial RI (13) di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Motif utama RP (19) nekat menghabisi nyawa korban terungkap karena rasa panik akibat perbuatannya sendiri.
Tersangka merasa ketakutan aksi bejatnya terhadap korban bakal terbongkar dan diketahui oleh pihak keluarga.
Korban RI merupakan adik ipar dari tersangka, mengingat istri RP adalah kakak kandung korban.
Insiden memilukan ini terjadi di wilayah Desa Buba'a, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Lokasi kejadian berada di kawasan pesisir barat yang cukup jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Secara geografis, wilayah ini berjarak sekitar 90 kilometer jika ditarik garis dari pusat Kota Gorontalo.
Untuk mencapai lokasi tersebut, perjalanan darat harus ditempuh selama dua hingga tiga jam lamanya.
Rute yang dilewati mencakup sejumlah kecamatan di wilayah administratif Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo.
Kecamatan Paguyaman Pantai dikenal sebagai area pesisir dengan karakteristik pemukiman warga yang cenderung tersebar.
Selain pemukiman, sebagian besar wilayahnya terdiri dari area perkebunan dan kawasan hutan mangrove.
Kondisi geografis yang didominasi hutan mangrove ini membuat sejumlah titik menjadi sangat sepi, terutama saat malam hari.
Suasana sepi inilah yang kemudian menyelimuti lokasi pesisir yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).
Jejak Pembunuhan
Wakapolres Boalemo, Kompol Afandi Nurkamedin, memaparkan detail waktu peristiwa berdarah tersebut.