Orang Hanyut di Gorontalo
Identitas Lansia Ditemukan Meninggal usai Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo, mengungkap identitas wanita usia lanjut (lansia) yang hanyut di Sungai Desa Balate
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Proses-evakuasi-korban-hanyut-di-Sungai-Paguyaman.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Desa Balate Jaya, Kabupaten Boalemo, dilaporkan hilang terseret arus Sungai Paguyaman pada Senin (2/3/2026) sore
- KPP Gorontalo menerima laporan pada Selasa (3/3/2026) dan segera mengerahkan tim gabungan untuk menyisir sungai yang arusnya sedang meluap drastis
- Jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi pukul 09.22 Wita
TRIBUNGORONTALO.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo, mengungkap identitas wanita usia lanjut (lansia) yang hanyut di Sungai Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
Berdasarkan data resmi, korban bernama Nita Tajiru. Ia telah menginjak usia 80 tahun.
Nita merupakan warga Dusun Bukit Harapan, Desa Balate Jaya. Ia dilaporkan hilang terseret arus saat kondisi cuaca di wilayah Paguyaman sedang ekstrem.
Penemuan jasad Nita Tajiru mengakhiri spekulasi dan kekhawatiran warga yang sejak awal pekan melakukan penyisiran mandiri sebelum bantuan profesional tiba.
Operasi pencarian ini secara resmi ditutup oleh otoritas terkait setelah jenazah korban berhasil dievakuasi dari sungai. Penutupan operasi dilakukan dengan penuh rasa duka oleh tim gabungan.
Kepala Seksi Operasi KPP Gorontalo, Halidin La Bidu, memberikan keterangan mendalam mengenai kronologi kejadian yang menimpa lansia malang tersebut.
"(Ditemukan) masih di sungai, sekitar pukul 09.22 Wita," ujar Halidin.
Kronologi kejadian
Peristiwa ini bermula pada Senin (2/3/2026) pagi. Seperti hari-hari biasanya, Nita Tajiru berangkat menuju kebun miliknya untuk beraktivitas.
Pada pukul 05.30 Wita, Nita melangkahkan kaki menuju kebun didampingi oleh istrinya.
Kebun mereka terletak di Dusun Bukit Harapan, area yang cukup jauh dari pemukiman warga. Jaraknya diperkirakan sekitar 3 kilometer dari kediaman mereka.
Pasangan lansia ini menghabiskan waktu berjam-jam di kebun hingga siang hari tiba. Namun, ketenangan mereka terusik oleh perubahan cuaca yang mendadak.
Sekira pukul 14.30 Wita, langit di atas Paguyaman menggelap. Hujan dengan intensitas deras mengguyur wilayah tersebut tanpa ampun.
Menyadari bahaya cuaca buruk, Nita dan istrinya memutuskan untuk segera bergegas pulang guna menghindari badai yang lebih besar.