Sabtu, 21 Maret 2026

Berita Boalemo

Breaking News! Lansia 80 Tahun yang Hilang di Sungai Paguyaman Gorontalo Ditemukan Meninggal

Operasi pencarian seorang warga yang dilaporkan hilang di aliran sungai Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, resmi

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Breaking News! Lansia 80 Tahun yang Hilang di Sungai Paguyaman Gorontalo Ditemukan Meninggal
TribunGorontalo.com/TIM SAR
PENCARIAN KORBAN -- Proses evakuasi korban terseret arus Sungai Paguyaman di Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Selasa (4/3/2026). Korban ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang lansia bernama Nita Tajiru (80) yang dilaporkan hilang di Sungai Paguyaman, Boalemo, ditemukan meninggal dunia. 
  • Korban sebelumnya berpisah dengan istrinya saat pulang dari kebun setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. 
  • Operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan resmi ditutup setelah korban ditemukan sekitar 23 kilometer dari lokasi awal.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Operasi pencarian seorang warga yang dilaporkan hilang di aliran sungai Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, resmi dihentikan setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (4/3/2026).

Korban diketahui bernama Nita Tajiru (80), warga Dusun Bukit Harapan, Desa Balate Jaya. Ia sebelumnya dilaporkan tidak kembali ke rumah setelah beraktivitas di kebun.

Informasi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo menyebutkan korban ditemukan sekitar pukul 09.22 Wita, masih di aliran Sungai Paguyaman.

Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 23,3 kilometer dari titik terakhir korban diduga berada.

Kepala Seksi Operasi KPP Gorontalo, Halidin La Bidu, menjelaskan peristiwa bermula pada Senin (2/3/2026) pagi.

Sekitar pukul 05.30 Wita, korban bersama istrinya pergi ke kebun milik mereka yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumah.

Menjelang sore, tepatnya sekitar pukul 14.30 Wita, hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Pasangan itu kemudian memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan kembali, korban dan istrinya mengambil jalur berbeda.

Sesampainya di rumah, sang istri melihat debit sungai meningkat tajam akibat hujan.

Sungai tersebut terhubung dengan aliran yang berada di belakang rumah mereka.

Korban tak kunjung tiba hingga malam hari. Warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga pukul 23.30 Wita korban belum ditemukan.

Kejadian tersebut dilaporkan ke KPP Gorontalo pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.

Dua puluh menit kemudian, tim rescue diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 59,41 kilometer arah barat dari kantor KPP.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 Wita dan langsung melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved