Sabtu, 14 Maret 2026

Orang Hanyut di Gorontalo

Identitas Lansia Ditemukan Meninggal usai Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Gorontalo, mengungkap identitas wanita usia lanjut (lansia) yang hanyut di Sungai Desa Balate

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Identitas Lansia Ditemukan Meninggal usai Hanyut di Sungai Paguyaman Gorontalo
TribunGorontalo.com
ORANG HANYUT — Proses evakuasi korban hanyut di Sungai Paguyaman, Boalemo, Gorontalo. Tim SAR mengungkap identitas korban. (Sumber: handover) 

Namun, dalam perjalanan pulang yang penuh rintangan tersebut, sebuah keputusan krusial diambil. Nita memilih jalur yang berbeda.

Perpisahan jalan di tengah hutan dan hujan lebat ini menjadi momen terakhir keluarga melihat Nita dalam kondisi bernyawa.

Sesampainya di rumah, istri Nita mulai merasa cemas. Ia menyadari bahwa debit air sungai yang melintasi area kebun dan belakang rumah mereka telah meningkat drastis (meluap).

Kecurigaan bahwa suaminya terjebak atau terseret arus mulai muncul. Warga setempat pun segera bergerak melakukan pencarian mandiri hingga larut malam.

Sampai pukul 23.30 Wita, pencarian manual oleh warga tidak membuahkan hasil. Sosok Nita seolah hilang ditelan gelapnya malam dan derasnya Sungai Paguyaman.

Laporan resmi baru masuk ke meja KPP Gorontalo pada Selasa (3/3/2026) pukul 10.30 Wita. Tim Rescue segera menyiapkan peralatan untuk operasi penyelamatan.

Hanya berselang 20 menit setelah laporan diterima, tim diberangkatkan ke lokasi kejadian. Medan yang ditempuh cukup jauh, yakni sekitar 59 kilometer dari arah kantor KPP.

Setibanya di lokasi pada pukul 13.30 Wita, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan BPBD Boalemo, Babinsa, dan masyarakat setempat.

Operasi penyisiran dilakukan di sepanjang bantaran sungai. Kendala utama yang dihadapi tim adalah arus sungai yang sangat kuat akibat sisa hujan deras.

Derasnya arus ini sempat mengkhawatirkan tim, mengingat usia korban yang sudah lanjut sehingga kemungkinan bertahan hidup di air sangat kecil.

Beruntung, sinergi antara Tim Rescue, Komcad, Menwa, dan keluarga korban membuahkan hasil pada hari berikutnya.

Jasad Nita Tajiru akhirnya ditemukan pada Selasa pagi pukul 09.22 Wita. Kondisinya sudah tidak bernyawa saat pertama kali terlihat oleh tim pencari.

Lokasi penemuan jasad ini tergolong sangat jauh dari titik awal korban dilaporkan hilang. Hal ini membuktikan betapa kuatnya arus Sungai Paguyaman saat itu.

Jasad lansia tersebut ditemukan sekitar 23,3 kilometer dari lokasi terakhir (LKP). Tubuhnya terbawa arus hingga melintasi batas desa lainnya.

Penemuan ini membawa duka mendalam bagi keluarga, namun sekaligus memberikan kepastian atas nasib Nita Tajiru yang sempat terombang-ambing dalam ketidakpastian.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Sabtu, 14 Maret 2026 (24 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:05
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved