Jalan Tertutup Longsor di Boalemo
Akibat Longsor, Musa Diko Warga Desa Lamu Boalemo Gorontalo Gagal Jualan di Pasar
Musa Diko, warga Desa Lamu Boalemo mengatakan dirinya tidak bisa mengais rezeki dengan adanya longsor ini.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Prailla Libriana Karauwan
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Longsor di perbatasan Potanga - Lamu di Boalemo terjadi.
Jalan Trans Sulawesi yang menhubungkan kedua desa ini tertimbun longsor.
Selain itu, tak adanya akses jalur alternatif lainnya membuat arus lalu lintas lumpuh total.
Sejumlah kendaraan seperti truk dan bus terjebak dan tidak bisa bergerak.
Baca juga: PT Indofood Buka Ratusan Lowongan Pekerjaan di Juni 2025, Lulusan SMA hingga S1 Bisa Daftar
Pengendara sepeda motor pun ikut terjebak karena adanya kendaraan besar yang membuat jalanan terhalang.
Warga pun ikut terdampak dengan adanya longsor di jalan utama.
Salah satunya Musa Diko, warga Desa Lamu Boalemo mengatakan dirinya tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan adanya longsor ini.
Kata Musa dirinya sudah berada di lokasi sejak pukul 03.00 Wita.
Baca juga: Siang-siang Mabuk dan Bawa Sajam, Pria di Manado Akhirnya Diringkus Polisi
Namun, hingga matahari terbit tak ada tanda-tanda arus lalu lintas bakal lancar kembali.
Padahal kata Musa, dirinya akan ke Pasar Tilamuta untuk berjualan demi kebutuhan keluarganya.
“Saya mau ke pasar Tilamuta untuk jualan, tapi tertahan karena longsor. Truk-truk besar juga tidak bisa mundur,” ujar Musa kepada TribunGorontalo.com, Senin.
Dengan longsor ini membuat warga yang ingin mencari rezeki malah tertunda.
Warga lainnya, Darmo Rauf mengatakan kejadian ini sudah berulang kali terjadi.
Baca juga: Tak Semua Masyarakat Bisa Dapat! Ini 5 Syarat Utama Penerima BSU 2025 Sesuai Permenaker
Sehingga dia meminta pemerintah harus turun tangan.
“Setiap musim hujan pasti rawan longsor. Harusnya sudah ada penanganan dari dulu, entah itu bronjong atau talud,” kata Darmo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/boalemo-longsor.jpg)