Kematian Bayi Popayato
DPRD Pohuwato Usut Kasus Kematian Bayi Popayato Diduga Akibat Keteledoran Nakes
Bayi berusia kurang lebih sebulan itu, meninggal diduga gara-gara keteledoran tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Popayato.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DPRD-Pohuwato-seriusi-kasus-kematian-bayi-asal-Popayato-Kab-Pohuwato-Gorontalo.jpg)
Kelalaian Diakui Dinkes Pohuwato
Kepala Dinas Kesehatan Pohuwato, Fidi Mustafa mengakui unsur kelalaian tenaga kesehatan (nakes) terhadap kematian bayi di Kecamatan Popayato.
Kelalaian itu menurut Fidi, pada beberapa prosedur yang tidak dilakukan saat penanganan terhadap bayi saat dilahirkan.
Bayi itu memang dilahirkan dengan kelainan berupa berat badan yang tidak normal.
Informasi yang dikumpulkan TribunGorontalo.com, bayi laki-laki itu hanya seberat 2.3 kilogram.
Dikutip dari Alodokter.com, berat badan bayi laki-laki yang lahir pada usia kandungan 37-40 minggu mestinya di angka 3-3.6 kilogram (kg).
Sementara untuk perempuan, pada usia kandungan yang sama, normalnya ada di angka 2,9–3,4 kg.
Mestinya kata Fidi, saat tahu berat badan bayi itu tak normal, nakes segera melakukan konsultasi dengan dokter anak.
Namun, prosedur itu justru tidak dilakukan, sehingga penanganan terhadap kematian bayi itu tidak segera dapat dilakukan.
"Ada beberapa yang dilewati. Dokter di puskesmas wajib berkonsultasi dengan dokter anak, tapi itu tidak dilakukan," kata Fidi, Kamis (09/05/2024). (*)
| Dokter Anak Pohuwato Marahi Kapuskes soal Kematian Anak di Popayato Gorontalo, Disebut Santai-santai |
|
|---|
| DPRD Pohuwato Gorontalo Minta Pecat Pejabat Terlibat Kasus Kematian Bayi di Puskesmas Popayato |
|
|---|
| Temuan Dinkes Pohuwato, Kematian Bayi Asal Popayato Diduga Karena Susu Formula |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kadikes Pohuwato Akui Kelalaian Nakes pada Kasus Kematian Bayi di Popayato Gorontalo |
|
|---|