Kematian Bayi Popayato
DPRD Pohuwato Usut Kasus Kematian Bayi Popayato Diduga Akibat Keteledoran Nakes
Bayi berusia kurang lebih sebulan itu, meninggal diduga gara-gara keteledoran tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Popayato.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DPRD-Pohuwato-seriusi-kasus-kematian-bayi-asal-Popayato-Kab-Pohuwato-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kasus kematian bayi di Kecamatan Popayato memantik perhatian anggota DPRD Pohuwato, Gorontalo.
Bayi berusia kurang lebih sebulan itu, meninggal diduga gara-gara keteledoran tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Popayato.
Ketua DPRD Pohuwato, Nasir Giasi prihatin nasib yang dialami bayi tersebut, terutama pihak keluarga yang harus kehilangan buah hatinya.
Bayi wanita bernama Zahirah Salsabila Amalia Usman itu harus meninggal gara-gara tak ditangani profesional oleh nakes setempat.
Baca juga: AC Milan Bidik Amrabat, Tebus Murah atau Blunder Transfer?
"Sangat disayangkan jika hari ini, di daerah kita, masih ada petugas tenaga kesehatan yang digaji oleh daerah tapi tidak menjalankan tugasnya dengan baik,” ungkapnya baru-baru ini.
Menurutnya, DPRD Pohuwato akan mengambil langkah serius terkait masalah ini dengan mengundang pihak terkait.
Tegas Nasir Giasi, pihaknya akan meminta penjelasan Dinas Kesehatan Pohuwato dan Puskesmas Popayato pada Senin (13/5/2024).
"Kita akan seriusi karena ini menyangkut nyawa manusia," tegas Nasir.
Nasir menekankan bahwa kasus kematian bayi Zahirah Salsabila Amalia Usman tak sesuai visi yang dibuat pemerintah saat ini.
"Jika dalam penyelidikan nanti terbukti adanya kelalaian dari tenaga medis itu sendiri, maka kami akan meminta pemerintah untuk mengambil langkah tegas. Harus ada sanksi yang tegas," tuturnya.
Informasi keluarga, Zahirah lahir pada 2 April 2024 dan meninggal pada Minggu (5/5/2024) di Rumah Sakit Kandou, Manado, Sulawesi Utara.
Orang tua korban, yang tak dapat menyembunyikan kesedihannya, mengungkapkan bahwa mereka merasa menerima pelayanan kesehatan yang buruk di Puskesmas Popayato.
Baca juga: Menanti Nasib Kroos dan Modric di Real Madrid Jelang Akhir Musim
Saat sang ibu melahirkan pada tanggal 2 April 2024, dan bayi Zahirah lahir dengan berat badan rendah, hanya 2,3 kilogram.
Meskipun kondisi bayi tersebut seharusnya memenuhi kriteria untuk dirujuk ke rumah sakit, namun oleh pihak puskesmas tidak dirujuk.
"Itu harus dirujuk ke rumah sakit, tapi anak saya tidak mendapatkan rujukan dari Puskesmas Popayato," ujar Mulyanto, ayah korban kepada TribunGorontalo.com, Kamis (09/05/2024).
| Dokter Anak Pohuwato Marahi Kapuskes soal Kematian Anak di Popayato Gorontalo, Disebut Santai-santai |
|
|---|
| DPRD Pohuwato Gorontalo Minta Pecat Pejabat Terlibat Kasus Kematian Bayi di Puskesmas Popayato |
|
|---|
| Temuan Dinkes Pohuwato, Kematian Bayi Asal Popayato Diduga Karena Susu Formula |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kadikes Pohuwato Akui Kelalaian Nakes pada Kasus Kematian Bayi di Popayato Gorontalo |
|
|---|