Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-219: Tandatangani Dekrit, Putin Buka Aneksasi Wilayah Ukraina

Kondisi terkini perang Rusia, Jumat (30/9/2022): PBB kecam langkah Putin yang tandatangani dekrit yang membuka jalan wilayah Ukraina untuk dianeksasi.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Tangkapan Layar The Guardian
Foto Presiden Rusia Vladimir Putin saat memberikan pidato dalam rangka perayaan Hari Kemenangan 'Victory Day' pada Senin, 9 Mei 2022. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-219 pada Jumat (30/9/2022) antara lain Putin telah menandatangani dekrit yang membuka jalan bagi sejumlah wilayah Ukraina untuk dianeksasi hingga PBB menilai bahwa langkah Moskowe tersebut akan menjadi 'eskalasi berbahaya'. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Jumat (30/9/2022) telah berlangsung selama 219 hari.

Kabar terbaru di antaranya adalah Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang membuka jalan bagi sejumlah wilayah Ukraina untuk dianeksasi hingga PBB menilai langkah itu akan menjadi 'eskalasi berbahaya'.

Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).

Invasi yang disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' ini bertujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-218: Putin Dirikan Pos Pemeriksaan untuk Cegah Warganya Kabur

Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut hingga kini masih berlanjut dan belum tampak untuk segera berakhir.

Bahkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut bahwa perang Rusia vs Ukraina bisa saja berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.

Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-219 perang Rusia dengan Ukraina:

- Putin telah menandatangani dekrit yang membuka jalan bagi wilayah Ukraina yang diduduki yakni Kherson dan Zaporizhzhia untuk secara resmi dianeksasi ke Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-217: Hindari Panggilan Militer, Puluhan Ribu Warga Putin Kabur

Pada Jumat ini, Putin diperkirakan akan menandatangani undang-undang pencaplokan empat wilayah Ukraina (Kherson, Zaporizhzhia, Donetsk dan Luhansk), di mana Rusia mengadakan 'referendum' selama seminggu terakhir untuk mengklaim teritorial.

Keputusan Kamis (29/9/2022) malam, yang diumumkan oleh Kremlin, menyatakan bahwa Putin telah mengakui Kherson dan Zaporizhzhia di Ukraina sebagai wilayah independen.

Ini adalah langkah perantara yang diperlukan sebelum Putin dapat melanjutkan rencana untuk menyatakan pada Jumat ini bahwa mereka adalah bagian dari Rusia.

Baca juga: Berakhir Hari Ini, Apa Itu Referendum? Upaya Rusia saat Perang untuk Mencaplok 4 Wilayah di Ukraina

- Sekjen PBB Antonio Guterres telah memperingatkan Rusia bahwa mencaplok wilayah Ukraina akan menandai “eskalasi berbahaya” yang akan membahayakan prospek perdamaian di wilayah tersebut.

Guterres mengatakan setiap keputusan untuk melanjutkan pencaplokan wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia “tidak akan memiliki nilai hukum dan pantas untuk dikutuk”.

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan tanggapan "sangat keras" oleh Ukraina jika Rusia melanjutkan pencaplokan.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-216: Negara-negara Barat Tak akan Akui Hasil Referendum

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved