Arti Kata
Berakhir Hari Ini, Apa Itu Referendum? Upaya Rusia saat Perang untuk Mencaplok 4 Wilayah di Ukraina
Bikin warga Ukraina takut hingga dikecam Barat, referendum yang digelar Rusia mencaplok wilayah berakhir hari ini, Selasa (27/9) apa itu referendum?
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-_2.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Referendum yang digelar di sejumlah wilayah di Ukraina dalam rangka upaya penggabungan ke Federasi Rusia akan berakhir pada hari ini, Selasa (27/9/2022).
Dimulai pada Jumat (23/9/2022), referendum guna bergabung ke Rusia itu dilangsungkan di 4 wilayah yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
Referendum yang diadakan di tengah berlangsungnya perang antara Rusia dengan Ukraina ini dikecam oleh pemerintahan Kyiv dan negara-negara Barat yang tergabung dalam NATO.
Bahkan negara Barat menyatakan bahwa mereka tak akan mengakui hasil dari referendum tersebut.
Baca juga: Apa Itu NASAMS? Bantuan dari AS yang Selama ini Diinginkan Ukraina untuk Halau Serangan Rusia
Apa Itu Referendum?
Dilansir TribunGorontalo.com dari wikipedia, referendum adalah proses pemungutan suara untuk mengambil keputusan terutama tentang politik yang berpengaruh di suatu negara.
Referendum dilakukan guna memutuskan perihal adopsi atau amendemen konstitusi atau undang-undang baru, hingga perubahan wilayah negara.
Dilansir TribunGorontalo.com dari britannica, referendum dapat bersifat wajib atau opsional.
Baca juga: Heboh Hakim Agung Jadi Tersangka Suap, Apa Itu Hakim Agung: Bedakah dengan Hakim Pengadilan Biasa?
Referendum wajib yakni undang-undang atau konstitusi mensyaratkan bahwa kelas tindakan legislatif tertentu dirujuk ke pemungutan suara untuk persetujuan atau penolakan.
Sedangkan referendum opsional (fakultatif) ialah pemungutan suara populer pada undang-undang yang disahkan oleh legislatif diperlukan setiap kali diajukan oleh sejumlah pemilih tertentu.
Dengan cara ini tindakan legislatif dapat dikesampingkan.
Referendum wajib dan opsional harus dibedakan dari referendum sukarela yang diserahkan legislatif kepada pemilih untuk memutuskan suatu masalah atau menguji opini publik.
Baca juga: Tangkap Banyak Pasukan Militer Rusia, Ukraina Bingung Cari Tempat untuk Tahan PoW, Apa Itu PoW?
Adapun dalam referendum sebagai upaya Rusia untuk mencaplok wilayah musuhnya ini, menimbulkan kepanikan dan keresahan warga setempat.
Warga berbondong-bondong bersembunyi bahkan meninggalkan kota dan tempat tinggal mereka.
Sementara itu, Gubernur Luhansk Serhiy Haidai, yang meninggalkan wilayahnya setelah disapu oleh pasukan Rusia, mengatakan bahwa penduduk khawatir bahwa Rusia akan mengumpulkan lebih banyak orang di Luhansk untuk dinas militer mengikuti perintah mobilisasi Presiden Rusia Vladimir Putin.