Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-218: Putin Dirikan Pos Pemeriksaan untuk Cegah Warganya Kabur

Kondisi terkini perang di Ukraina, Kamis (29/9/2022): Rusia dirikan pos pemeriksaan guna cegah warganya kabur dari perintah Presiden Vladimir Putin.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Capture via Reuters
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin saat berpidato di Stadion Luzhniki Moskow tentang perang di Ukraina pada Jumat (18/3/2022). Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-218 pada Kamis (29/9/2022) adalah Rusia mendirikan pos pemeriksaan di sejumlah titik wilayah perbatasan guna mencegah warganya melarikan diri dari perintah Putin untuk dikirim perang ke Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Kamis (29/9/2022) terhitung telah berlangsung 218 hari lamanya.

Kabar terbaru di antaranya adalah Rusia mendirikan pos pemeriksaan di sejumlah wilayah perbatasan untuk mencegah warganya kabur dari perintah militer untuk perang di Ukraina.

Invasi yang diluncurkan Presiden Rusia Vladimir Putin ini dimulai sejak ia memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.

Invasi ini juga disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-217: Hindari Panggilan Militer, Puluhan Ribu Warga Putin Kabur

Konflik di antara negara bertetangga tersebut sampai saat ini terus berlanjut dan belum tampak akan segera berakhir.

Bahkan menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, perang Rusia vs Ukraina bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-218 perang Rusia dengan Ukraina:

- Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan putaran baru sanksi yang diusulkan terhadap Rusia yang dirancang "untuk membuat Kremlin membayar" untuk meningkatkan konflik di Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-216: Negara-negara Barat Tak akan Akui Hasil Referendum

Paket kedelapan sanksi "menggigit" yang diusulkan mencakup pembatasan harga minyak Rusia dan pembatasan lebih lanjut pada perdagangan teknologi tinggi.

- Politisi di seluruh Eropa telah memperingatkan bahwa dugaan sabotase dari dua jalur pipa Nord Stream dapat menandai tahap baru perang hibrida yang menargetkan infrastruktur energi yang rentan untuk melemahkan dukungan Ukraina.

PM Norwegia Jonas Gahr Store, mengatakan negaranya akan meningkatkan kehadiran militernya di instalasi Norwegia setelah negara itu menjadi pemasok gas alam terbesar di Eropa.

- Sebuah laporan yang dibuat oleh kelompok kerja internasional tentang sanksi menyimpulkan bahwa Rusia sekarang harus dinyatakan sebagai "negara sponsor terorisme" dan telah mencapai definisi hukum negara teroris di bawah hukum AS dan Kanada.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-215: AS Beri Kyiv Nasams dan Ancam Putin jika Gunakan Nuklir

Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina Andriy Yermak menyerukan sanksi Amerika dan Eropa terkait laporan tersebut, setelah Ukraina menuduh Rusia melakukan sabotase terhadap jaringan pipa Nord Stream di bawah Laut Baltik.

- Moskow siap untuk secara resmi mencaplok wilayah yang diduduki Rusia setelah 'referendum' yang dikecam oleh Barat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved