Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-218: Putin Dirikan Pos Pemeriksaan untuk Cegah Warganya Kabur
Kondisi terkini perang di Ukraina, Kamis (29/9/2022): Rusia dirikan pos pemeriksaan guna cegah warganya kabur dari perintah Presiden Vladimir Putin.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-_2.jpg)
Para pemimpin wilayah Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia yang dilantik Rusia di Ukraina telah secara resmi meminta Putin untuk mencaplok wilayah pendudukan ke Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan tindakan akan segera diambil untuk memenuhi "aspirasi" dari 4 wilayah Ukraina yang diduduki untuk menjadi bagian dari Rusia tersebut.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-213: Dimulai, Referendum untuk Gabung Rusia Diabaikan Warga
Setelah dianeksasi, kepemimpinan Rusia mengatakan akan mempertimbangkan serangan di wilayah yang dikuasai Rusia sebagai serangan langsung ke Rusia.
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina akan "bertindak untuk melindungi rakyat kami" di wilayah yang diduduki Rusia setelah apa yang dia sebut sebagai "tiruan referendum".
Kemlu Ukraina mengatakan Kyiv dan sekutunya “mengutuk tindakan Rusia seperti itu dan menganggapnya batal dan tidak berharga”.
- Liz Truss selaku PM Inggris yang baru, mengatakan kepada Zelensky dalam panggilan telepon bahwa Inggris tak akan pernah mengakui upaya Rusia untuk mencaplok sebagian Ukraina, menurut Downing Street.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-212: NATO Mengutuk Rencana Referendum untuk Gabung Rusia
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell juga mengecam “referendum ilegal dan hasil palsu mereka” di Ukraina.
- Israel telah memperkuat sikapnya yang sampai sekarang berhati-hati terhadap invasi Rusia ke Ukraina.
Israel menyatakan bahwa pihaknya “tidak akan menerima hasil referendum di distrik timur” negara yang diduduki.
Dalam pernyataan pada Selasa (27/9/2022) malam dari Kemlu Israel itu juga "mengakui kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina", telah diterima sebagai pertunjukan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk Ukraina.
Termasuk datangnya teguran dari Israel yang jarang terjadi ke Moskow.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-211: Rudal Pasukan Putin Hantam Kharkiv, 10 Orang Terluka
- Harga gas telah naik di tengah kekhawatiran bahwa Rusia dapat menghentikan pasokan ke Eropa melalui Ukraina, menambah gejolak yang disebabkan oleh kerusakan pipa Nord Stream.
Pernyataan itu muncul setelah ditemukannya kebocoran pada dua pipa gas Nord Stream di dekat Pulau Bornholm, Denmark, dalam dugaan tindakan sabotase.
- Kremlin menolak klaim bahwa Rusia berada di balik serangan terhadap pipa gas Nord Stream, menggambarkan mereka sebagai "cukup dapat diprediksi dan juga dapat diprediksi bodoh".
Dalam panggilan telepon dengan wartawan, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan insiden itu perlu diselidiki dan waktu untuk perbaikan pipa yang rusak tidak jelas.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-210: 4 Wilayah Bakal Gelar Referendum untuk Gabung Rusia