Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-215: AS Beri Kyiv Nasams dan Ancam Putin jika Gunakan Nuklir
Kondisi terkini perang, Senin (26/9/2022): AS berikan rudal pertahanan Nasams ke Ukraina dan ancam Rusia jika Vladimir Putin gunakan senjata nuklir.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Senin (26/9/2022) telah berlangsung selama 215 hari.
Kabar terbaru di antaranya adalah Amerika Serikat memberikan rudal pertahanan udara Nasams ke Ukraina dan mengancam Rusia jika menggunakan senjata nuklir di Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Putin juga menyebut invasi ini sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-213: Dimulai, Referendum untuk Gabung Rusia Diabaikan Warga
Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut sampai saat ini terus berlanjut dan belum tampak akan segera berakhir.
Bahkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut bahwa perang Rusia vs Ukraina dapat berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya.
Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-215 perang Rusia dengan Ukraina:
- Amerika Serikat dan sekutunya akan bertindak 'tegas' jika Rusia menggunakan senjata nuklir taktis di Ukraina, kata Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-212: NATO Mengutuk Rencana Referendum untuk Gabung Rusia
Sullivan menegaskan kembali tanggapan Gedung Putih AS sebelumnya terhadap meningkatnya kekhawatiran bahwa ancaman Putin semakin berbahaya untuk direalisasikan
“Kami telah berkomunikasi secara langsung, secara pribadi dan pada tingkat yang sangat tinggi kepada Kremlin bahwa setiap penggunaan senjata nuklir akan menghadapi konsekuensi bencana bagi Rusia," ujar Sullivan kepada CBS pada Minggu (25/9/2022).
"Bahwa AS dan sekutu kami akan merespons dengan tegas, dan kami telah jelas dan spesifik tentang apa yang akan terjadi.” sambungnya.
- Protes terhadap perintah mobilisasi militer parsial Putin tampaknya terus berlanjut di republik Rusia Dagestan, dengan video yang menunjukkan kebuntuan antara polisi dan publik.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-211: Rudal Pasukan Putin Hantam Kharkiv, 10 Orang Terluka
Rekaman video yang diposting di media sosial menunjukkan polisi menangkap para demonstran yang memprotes perintah untuk merekrut 300.000 lebih orang Rusia menjadi tentara untuk upaya perang di Ukraina.
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersumpah untuk membebaskan seluruh negara saat Rusia melanjutkan dengan referendum di daerah-daerah pendudukan di Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/putin-vs-biden-soal-perang-rusia-ukraina.jpg)