Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-217: Hindari Panggilan Militer, Puluhan Ribu Warga Putin Kabur
Kondisi terkini perang, Rabu (28/9/2022): Puluhan ribu warga Rusia padati negara tetangga, kabur dari panggilan militer untuk perang di Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Rabu (28/9/2022) telah berlangsung selama 217 hari.
Kabar terbaru di antaranya adalah puluhan ribu warga Rusia penuhi negara tetangga dengan tujuan menghindari panggilan militer yang akan dikirim berperang di Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Putin juga menyebut invasinya ini sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-216: Negara-negara Barat Tak akan Akui Hasil Referendum
Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut hingga kini masih berlanjut dan belum terlihat untuk segera berakhir.
Bahkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menilai perang Rusia vs Ukraina dapat berlangsung hingga bertahun-tahun.
Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-217 perang Rusia dengan Ukraina:
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina akan 'membela' warganya di wilayah yang dikuasai Moskow yang diklaim pihak berwenang mendukung penggabungan dengan Rusia.
Baca juga: Berakhir Hari Ini, Apa Itu Referendum? Upaya Rusia saat Perang untuk Mencaplok 4 Wilayah di Ukraina
"Kami akan bertindak untuk melindungi rakyat kami, baik di wilayah Kherson, di wilayah Zaporizhzhia, di Donbas, di wilayah yang saat ini diduduki di wilayah Kharkiv, dan di Krimea." ujar Zelensky dalam video di Telegram.
Agence France-Presse melaporkan bahwa pejabat yang didukung Kremlin di 4 wilayah Ukraina yang mengadakan "referendum" mengklaim kemenangan pada Selasa (27/9/2022) di tengah kecaman internasional atas surat suara palsu.
- Menteri Luar Negeri Polandia Zbigniew Rau mengatakan tanggapan NATO terhadap penggunaan senjata nuklir di Ukraina seharusnya bukan nuklir tetapi "menghancurkan".
Komentarnya muncul setelah Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, sekali lagi mengancam Barat dengan penggunaan senjata nuklir di Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-215: AS Beri Kyiv Nasams dan Ancam Putin jika Gunakan Nuklir
“Bayangkan bahwa Rusia terpaksa menggunakan senjata paling tangguh melawan rezim Ukraina, yang telah melakukan tindakan agresi skala besar, yang berbahaya bagi keberadaan negara kita." kata Medvedev.
"Saya percaya bahwa NATO tidak akan secara langsung campur tangan dalam konflik, bahkan dalam situasi ini.” sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-_2.jpg)