Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-217: Hindari Panggilan Militer, Puluhan Ribu Warga Putin Kabur
Kondisi terkini perang, Rabu (28/9/2022): Puluhan ribu warga Rusia padati negara tetangga, kabur dari panggilan militer untuk perang di Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
- Para pemimpin Eropa mengatakan sabotase adalah penyebab paling mungkin kebocoran di dua pipa gas Nord Stream antara Rusia dan Eropa, setelah seismolog melaporkan ledakan di sekitar garis Laut Baltik.
Militer Denmark mengeluarkan gambar gelembung gas di permukaan Baltik setelah kerusakan pipa yang "belum pernah terjadi sebelumnya".
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-213: Dimulai, Referendum untuk Gabung Rusia Diabaikan Warga
- Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen mengancam "respons sekuat mungkin" terhadap gangguan yang disengaja terhadap infrastruktur energi Eropa setelah kerusakan Nord Stream.
Sementara itu kepolisian Swedia mengatakan mereka telah meluncurkan penyelidikan awal terhadap kemungkinan sabotase.
PM Polandia Mateusz Morawiecki, menyebut kebocoran itu sebagai "tindakan sabotase" yang "terkait dengan langkah eskalasi situasi di Ukraina".
- Putin dijadwalkan untuk berpidato di kedua majelis parlemen Rusia pada Jumat (30/9/2022) dan dapat menggunakan pidato tersebut untuk secara resmi mengumumkan aksesi ke Rusia dari wilayah Ukraina yang mengadakan referendum, menurut Kementerian Pertahanan Inggris.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-212: NATO Mengutuk Rencana Referendum untuk Gabung Rusia
Putin mengatakan pada Selasa bahwa Rusia ingin “menyelamatkan orang” di wilayah tersebut.
- Menlu Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan Barat tidak akan pernah mengakui pencaplokan Rusia atas wilayah Ukraina, yang disebutnya sebagai bagian dari "skema jahat" oleh Moskow.
NATO mengecam referendum sebagai hal yang "palsu" dan "pelanggaran hukum internasional".
- Kantor HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan berbagai pelanggaran hak asasi manusia.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-211: Rudal Pasukan Putin Hantam Kharkiv, 10 Orang Terluka
Termasuk pembunuhan di luar proses hukum dan penyiksaan yang dapat menjadi kejahatan perang.
PBB juga menilai bahwa invasi Rusia di Ukraina telah menyebabkan situasi hak asasi yang mengerikan.
Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia mengatakan dalam sebuah laporan bahwa mereka sangat prihatin dengan penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap tahanan oleh pasukan Rusia dan kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi, tetapi telah terjadi pelanggaran hak oleh kedua belah pihak.
- Georgia dan Kazakhstan mengatakan bahwa puluhan ribu orang Rusia telah membanjiri negara mereka dari negara tetangga Rusia ketika pria usia militer menghindari panggilan militer setelah mobilisasi Vladimir Putin.
- Moskow mengatakan tidak akan meminta ekstradisi warga Rusia yang bepergian ke luar negeri untuk menghindari dipanggil untuk berperang di Ukraina.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-_2.jpg)