Selasa, 3 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-217: Hindari Panggilan Militer, Puluhan Ribu Warga Putin Kabur

Kondisi terkini perang, Rabu (28/9/2022): Puluhan ribu warga Rusia padati negara tetangga, kabur dari panggilan militer untuk perang di Ukraina.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-217: Hindari Panggilan Militer, Puluhan Ribu Warga Putin Kabur
Capture via Reuters
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin saat berpidato di Stadion Luzhniki Moskow tentang perang di Ukraina pada Jumat (18/3/2022). Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-217 pada Rabu (28/9/2022) adalah sebanyak puluhan ribu warga Rusia memadati negara-negara tetangga, Georgia dan Kazakhstan, dalam rangka kabur atau menghidari perintah militer dari Putin untuk perang di Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Rabu (28/9/2022) telah berlangsung selama 217 hari.

Kabar terbaru di antaranya adalah puluhan ribu warga Rusia penuhi negara tetangga dengan tujuan menghindari panggilan militer yang akan dikirim berperang di Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).

Putin juga menyebut invasinya ini sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-216: Negara-negara Barat Tak akan Akui Hasil Referendum

Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut hingga kini masih berlanjut dan belum terlihat untuk segera berakhir.

Bahkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menilai perang Rusia vs Ukraina dapat berlangsung hingga bertahun-tahun.

Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-217 perang Rusia dengan Ukraina:

- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina akan 'membela' warganya di wilayah yang dikuasai Moskow yang diklaim pihak berwenang mendukung penggabungan dengan Rusia.

Baca juga: Berakhir Hari Ini, Apa Itu Referendum? Upaya Rusia saat Perang untuk Mencaplok 4 Wilayah di Ukraina

"Kami akan bertindak untuk melindungi rakyat kami, baik di wilayah Kherson, di wilayah Zaporizhzhia, di Donbas, di wilayah yang saat ini diduduki di wilayah Kharkiv, dan di Krimea." ujar Zelensky dalam video di Telegram.

Agence France-Presse melaporkan bahwa pejabat yang didukung Kremlin di 4 wilayah Ukraina yang mengadakan "referendum" mengklaim kemenangan pada Selasa (27/9/2022) di tengah kecaman internasional atas surat suara palsu.

- Menteri Luar Negeri Polandia Zbigniew Rau mengatakan tanggapan NATO terhadap penggunaan senjata nuklir di Ukraina seharusnya bukan nuklir tetapi "menghancurkan".

Komentarnya muncul setelah Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, sekali lagi mengancam Barat dengan penggunaan senjata nuklir di Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-215: AS Beri Kyiv Nasams dan Ancam Putin jika Gunakan Nuklir

“Bayangkan bahwa Rusia terpaksa menggunakan senjata paling tangguh melawan rezim Ukraina, yang telah melakukan tindakan agresi skala besar, yang berbahaya bagi keberadaan negara kita." kata Medvedev.

"Saya percaya bahwa NATO tidak akan secara langsung campur tangan dalam konflik, bahkan dalam situasi ini.” sambungnya.

- Para pemimpin Eropa mengatakan sabotase adalah penyebab paling mungkin kebocoran di dua pipa gas Nord Stream antara Rusia dan Eropa, setelah seismolog melaporkan ledakan di sekitar garis Laut Baltik.

Militer Denmark mengeluarkan gambar gelembung gas di permukaan Baltik setelah kerusakan pipa yang "belum pernah terjadi sebelumnya".

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-213: Dimulai, Referendum untuk Gabung Rusia Diabaikan Warga

- Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen mengancam "respons sekuat mungkin" terhadap gangguan yang disengaja terhadap infrastruktur energi Eropa setelah kerusakan Nord Stream.

Sementara itu kepolisian Swedia mengatakan mereka telah meluncurkan penyelidikan awal terhadap kemungkinan sabotase.

PM Polandia Mateusz Morawiecki, menyebut kebocoran itu sebagai "tindakan sabotase" yang "terkait dengan langkah eskalasi situasi di Ukraina".

- Putin dijadwalkan untuk berpidato di kedua majelis parlemen Rusia pada Jumat (30/9/2022) dan dapat menggunakan pidato tersebut untuk secara resmi mengumumkan aksesi ke Rusia dari wilayah Ukraina yang mengadakan referendum, menurut Kementerian Pertahanan Inggris.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-212: NATO Mengutuk Rencana Referendum untuk Gabung Rusia

Putin mengatakan pada Selasa bahwa Rusia ingin “menyelamatkan orang” di wilayah tersebut.

- Menlu Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan Barat tidak akan pernah mengakui pencaplokan Rusia atas wilayah Ukraina, yang disebutnya sebagai bagian dari "skema jahat" oleh Moskow.

NATO mengecam referendum sebagai hal yang "palsu" dan "pelanggaran hukum internasional".

- Kantor HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan berbagai pelanggaran hak asasi manusia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-211: Rudal Pasukan Putin Hantam Kharkiv, 10 Orang Terluka

Termasuk pembunuhan di luar proses hukum dan penyiksaan yang dapat menjadi kejahatan perang.

PBB juga menilai bahwa invasi Rusia di Ukraina telah menyebabkan situasi hak asasi yang mengerikan.

Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia mengatakan dalam sebuah laporan bahwa mereka sangat prihatin dengan penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap tahanan oleh pasukan Rusia dan kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi, tetapi telah terjadi pelanggaran hak oleh kedua belah pihak.

- Georgia dan Kazakhstan mengatakan bahwa puluhan ribu orang Rusia telah membanjiri negara mereka dari negara tetangga Rusia ketika pria usia militer menghindari panggilan militer setelah mobilisasi Vladimir Putin.

- Moskow mengatakan tidak akan meminta ekstradisi warga Rusia yang bepergian ke luar negeri untuk menghindari dipanggil untuk berperang di Ukraina.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved