Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-216: Negara-negara Barat Tak akan Akui Hasil Referendum
Kondisi terkini perang, Selasa (27/9/2022): referendum di Ukraina untuk gabung ke Rusia berakhir hari ini, tapi hasilnya tak akan diakui Barat.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Perang yang terjadi di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Selasa (27/9/2022) terhitung telah berlangsung 216 hari lamanya.
Kabar terbaru di antaranya adalah negara-negara Barat yang mengutuk referendum di 4 wilayah di Ukraina dalam upaya penggabungan ke federasi Rusia, tak akan mengakui hasil pemungutan suara itu.
Invasi ini dimulai sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.
Invasi yang disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' ini bertujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-215: AS Beri Kyiv Nasams dan Ancam Putin jika Gunakan Nuklir
Konflik antar negara bertetangga tersebut hingga kini masih berlanjut dan belum tampak tanda-tanda untuk segera berakhir.
Bahkan menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, perang Rusia vs Ukraina bisa berlangsung selama bertahun-tahun.
Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-216 perang Rusia dengan Ukraina:
- 'Referendum' Rusia di Ukraina, yang dapat menyebabkan Moskow mencaplok 15 persen wilayah Ukraina akan berakhir pada Selasa hari ini.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-213: Dimulai, Referendum untuk Gabung Rusia Diabaikan Warga
Pemungutan suara di provinsi-provinsi timur Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia yang dimulai pada Jumat (23/9/2022) itu telah dianggap sebagai tipuan oleh negara-negara Barat dan berjanji untuk tak mengakui hasilnya.
- Kremlin mengatakan tidak membuat keputusan untuk menutup perbatasan Rusia karena mobilisasi pertama sejak perang dunia kedua mendorong beberapa orang untuk melarikan diri.
- Tekanan pipa Nord Stream 2 runtuh secara misterius pada Senin (26/9/2022).
Pihak berwenang di Jerman sedang mencoba untuk menetapkan apa yang menyebabkan penurunan tekanan mendadak pada pipa yang mati, dengan juru bicara operatornya mengatakan itu bisa saja kebocoran.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-212: NATO Mengutuk Rencana Referendum untuk Gabung Rusia
- Seorang pria Rusia telah menembak pemimpin komite wajib militer lokal di sebuah Kota Siberia setelah mengatakan kepadanya bahwa dia akan menolak untuk berperang di Ukraina.
Video menunjukkan pria bersenjata itu, mengenakan kamuflase, menembaki pejabat itu dari jarak dekat ketika calon wajib militer lainnya untuk invasi Rusia melarikan diri dari ruangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-_2.jpg)