Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-216: Negara-negara Barat Tak akan Akui Hasil Referendum
Kondisi terkini perang, Selasa (27/9/2022): referendum di Ukraina untuk gabung ke Rusia berakhir hari ini, tapi hasilnya tak akan diakui Barat.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
- Antrean panjang kendaraan terbentuk di perbatasan antara Rusia dan Mongolia saat orang-orang terus melarikan diri dari perintah mobilisasi Kremlin.
Kepala pos pemeriksaan di Kota Altanbulag, Mongolia mengatakan lebih dari 3.000 orang Rusia telah memasuki Mongolia melalui penyeberangan sejak Rabu (21/9/2022).
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-211: Rudal Pasukan Putin Hantam Kharkiv, 10 Orang Terluka
- Angkatan udara NATO sedang melakukan latihan di atas Laut Baltik.
Negara-negara anggota termasuk Inggris, Jerman, dan Italia telah mengambil bagian dalam pelatihan militer, baik di atas air maupun di darat, dalam upaya untuk meningkatkan pertahanan timur.
- Belanda telah meningkatkan dukungan militernya untuk Ukraina.
PM Belanda Mark Rutte juga mengumumkan sanksi baru sebagai tanggapan atas mobilisasi dan referendum Rusia.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-210: 4 Wilayah Bakal Gelar Referendum untuk Gabung Rusia
- Amerika Serikat berjanji untuk memberi Ukraina bantuan keamanan sipil senilai 457,5 juta dolar.
Dukungan itu ditujukan untuk "menyelamatkan nyawa" dan "memperkuat" penegakan hukum Ukraina, kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.
- Kepala Gereja Ortodoks Rusia mengatakan tentara Rusia yang tewas di medan perang akan diampuni dosanya.
Patriach Kirill, sekutu dekat Putin dan pendukung setia invasi Ukraina, mengatakan "pengorbanan itu menghapus semua dosa".
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-209: Luhansk Akhirnya Lepas dari Kendali Pasukan Militer Putin
- Inggris mengumumkan 92 sanksi baru sebagai tanggapan atas 'referendum palsu' Rusia di Ukraina.
Paket hukuman menargetkan mereka yang berada di balik suara palsu serta oligarki dan anggota dewan.
- Jerman sedang memperdebatkan apakah harus memberikan suaka kepada para penolak perang Rusia.
Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser mengatakan bahwa negaranya berpotensi siap untuk memberikan perlindungan kepada desertir yang menghadapi akibat jika mereka menolak untuk berperang, tetapi setiap kasus akan diputuskan secara individual di tengah masalah keamanan.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-208: Pasukan Militer Putin Serang Donetsk, 5 Warga Sipil Tewas
- Pengawas energi atom PBB mengatakan siap untuk pembicaraan tentang pengaturan zona perlindungan di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-_2.jpg)