Berita Internasional
Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Trump Ingin Bikin Kesepakatan Baru Libatkan China
Pemerintah Rusia menyatakan penyesalan atas berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Moskow dan Washington.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERJANJIAN-NUKLIR-Berakhirnya-perjanjian-nuklir-Rusia-AS.jpg)
Para aktivis pengendalian senjata menyatakan kekhawatiran besar terhadap berakhirnya New START.
Direktur Eksekutif Arms Control Association di Washington, Daryl Kimball, menilai jika Amerika Serikat meningkatkan jumlah senjata nuklir strategisnya, Rusia kemungkinan akan mengikuti langkah tersebut.
Menurutnya, situasi tersebut juga dapat mendorong China mempercepat pembangunan kekuatan nuklirnya guna menjaga kemampuan serangan balasan strategis terhadap Amerika Serikat.
Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu perlombaan senjata nuklir tiga arah yang berbahaya dan berlangsung dalam jangka panjang. (*)