Berita Internasional
Pentagon Geser Pertahanan Rudal dari Korea Selatan ke Timur Tengah, Ada Apa?
Amerika dilaporkan telah memindahkan sebagian komponen sistem pertahanan rudal THAAD dari South Korea ke Middle Ea
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SERANGAN-Sebuah-kendaraan-peluncur-sistem-Terminal-High-Altitude-A.jpg)
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat dilaporkan memindahkan sebagian sistem pertahanan rudal THAAD dari Korea Selatan ke Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik di kawasan tersebut.
- Langkah ini memicu kekhawatiran akan melemahkan pertahanan terhadap ancaman Korea Utara, meski militer AS menegaskan kesiapan tempur di Semenanjung Korea tetap terjaga.
- Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan relokasi tersebut tidak akan mengganggu kemampuan pencegahan terhadap Pyongyang meski Seoul menyampaikan keberatan
TRIBUNGORONTALO.COM -- Amerika Serikat dilaporkan telah memindahkan sebagian komponen sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari South Korea ke Middle East.
Pemindahan ini dilakukan di tengah meningkatnya konflik di kawasan tersebut.
Laporan itu pertama kali diungkap oleh The Washington Post, yang mengutip dua pejabat terkait pergerakan sistem pertahanan tersebut.
Kabar mengenai pemindahan sebagian komponen THAAD muncul di tengah laporan bahwa militer United States yang ditempatkan di Korea Selatan mulai mengirimkan sejumlah aset militernya, seiring meningkatnya intensitas perang di Timur Tengah.
“Pentagon sedang memindahkan sebagian dari sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi Terminal (THAAD) dari Korea Selatan ke Timur Tengah,” demikian bunyi laporan tersebut.
Baca juga: Total 140 Tentara Amerika Terluka Sejak Perang dengan Iran Dimulai, Meninggal 7 Orang
Sistem THAAD sendiri merupakan sistem pertahanan rudal yang dirancang untuk menghancurkan rudal musuh pada fase akhir penerbangannya.
Selama ini sistem tersebut ditempatkan di Korea Selatan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan terhadap ancaman rudal dari North Korea.
Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan dalam rapat kabinet bahwa potensi relokasi aset militer milik United States Forces Korea tidak akan memengaruhi postur pencegahan terhadap Korea Utara.
AS Bantah Pertahanan di Korea Selatan Melemah
Pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan menegaskan tetap menjaga kesiapan tempur penuh di Semenanjung Korea, meski muncul laporan bahwa Pentagon memindahkan sebagian sistem pertahanan rudal ke Timur Tengah.
Seorang pejabat pertahanan Amerika mengatakan pasukan United States Forces Korea (USFK) tetap fokus mempertahankan postur militer yang “siap tempur dan kredibel” di Korea Selatan.
Pernyataan itu disampaikan setelah laporan media menyebutkan adanya pergeseran sebagian sistem pertahanan rudal dari wilayah tersebut.
Laporan The Washington Post mengutip dua pejabat yang menyatakan Pentagon memindahkan beberapa komponen sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari Korea Selatan ke Timur Tengah.
Sistem ini sebelumnya ditempatkan di Korea Selatan untuk menghadapi ancaman rudal dari North Korea.
Langkah tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa relokasi itu dapat melemahkan kemampuan pencegahan terhadap Pyongyang, terutama di tengah meningkatnya operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.