Jumat, 13 Maret 2026

Berita Internasional

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Trump Ingin Bikin Kesepakatan Baru Libatkan China

Pemerintah Rusia menyatakan penyesalan atas berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Moskow dan Washington.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Trump Ingin Bikin Kesepakatan Baru Libatkan China
TribunGorontalo.com
PERJANJIAN NUKLIR -- Berakhirnya perjanjian nuklir Rusia-AS. Donald Trump kini ingin China terlibat. 

Kesepakatan tersebut dicapai setelah pertemuan pejabat senior kedua negara di Abu Dhabi.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Sabtu 7 Februari 2026: Berpotensi Hujan di Boalemo, Pohuwato, Gorontalo Utara

Dialog militer tersebut sebelumnya dihentikan pada 2021 saat hubungan kedua negara memburuk menjelang invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.

Langkah pembukaan kembali komunikasi militer dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat.

Isi Perjanjian New START

Perjanjian New START ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

Kesepakatan tersebut membatasi masing-masing negara hanya boleh memiliki maksimal 1.550 hulu ledak nuklir yang ditempatkan pada tidak lebih dari 700 rudal dan pesawat pengebom strategis yang siap digunakan.

Perjanjian ini awalnya dijadwalkan berakhir pada 2021, namun kemudian diperpanjang selama lima tahun.

Kesepakatan tersebut juga mengatur inspeksi langsung untuk memastikan kepatuhan, meski kegiatan itu dihentikan sejak pandemi COVID-19 pada 2020 dan tidak pernah dilanjutkan kembali.

Pada Februari 2023, Putin menangguhkan partisipasi Rusia dalam perjanjian tersebut.

Ia beralasan Rusia tidak dapat mengizinkan inspeksi fasilitas nuklirnya ketika Amerika Serikat dan sekutu NATO secara terbuka menargetkan kekalahan Rusia dalam konflik Ukraina.

Meski demikian, Rusia saat itu tetap berjanji mematuhi batas persenjataan yang telah disepakati.

Trump Dorong China Ikut Kesepakatan Baru

Trump menyatakan tetap mendukung pembatasan senjata nuklir, namun menilai kesepakatan baru harus melibatkan China.

Ia sebelumnya mencoba mendorong pembentukan perjanjian nuklir tiga pihak, tetapi gagal karena penolakan Beijing.

Pemerintah China menegaskan kekuatan nuklirnya tidak sebanding dengan AS dan Rusia sehingga menolak ikut perundingan pelucutan senjata pada tahap saat ini.

Beijing justru meminta Amerika Serikat kembali melanjutkan dialog nuklir dengan Rusia serta merespons positif usulan Moskow untuk tetap mematuhi batasan utama perjanjian sementara waktu.

Rusia sendiri menghormati sikap China. Namun, pejabat Moskow juga menilai bahwa jika perjanjian nuklir baru ingin diperluas, maka harus melibatkan negara anggota NATO yang memiliki senjata nuklir seperti Prancis dan Inggris.

Ancaman Perlombaan Senjata Baru

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved