Berita Nasional
Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Jokowi Ajukan Jalur Damai, Polisi Masih Tunggu Kesepakatan
Proses hukum dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memasuki babak baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/EGGI-BERTEMU-JOKOWI-Kolase-foto-tersangka-pencemaran-nama.jpg)
a menyatakan pihaknya tidak menutup pintu terhadap upaya damai tersebut.
“Adanya permohonan restorative dari pihak terlapor kami sambut dengan baik. Tidak ada persoalan jika itu memang upaya yang positif. Pada prinsipnya, tidak semua persoalan harus berakhir dengan pemenjaraan,” ujar Ade saat menghadiri panggilan penyidik di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin.
Meski demikian, Ade menegaskan bahwa keputusan akhir belum diambil.
Pengajuan restorative justice tersebut akan dibahas terlebih dahulu bersama Presiden Jokowi serta tim penasihat hukumnya.
Menurut Ade, peluang penyelesaian perkara melalui jalur restoratif cukup terbuka karena laporan yang diajukan termasuk dalam kategori delik umum.
“Kami akan mempertimbangkannya sambil terus berkoordinasi dengan pihak Bapak. Jika memang memungkinkan, kami akan mengikuti arahan beliau. Hal ini tentu perlu dikaji dan didiskusikan bersama, termasuk dengan Polda Metro Jaya,” pungkasnya.
Kedatangan Eggi dan Damai ke Rumah Jokowi
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis menyambangi kediaman Jokowi didampingi kuasa hukum, Elida Netty, di Kelurahan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/1/2026).
Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, membenarkan kunjungan Eggi Sudjana dkk.
Kompol Syarif menyampaikan, saat pertemuan turut hadir Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) Darmizal serta Sekretaris Jenderal ReJO Rakhmad.
"Ya, betul pada sore hari Bapak Joko Widodo menerima silaturahmi dari Saudara Eggi Sudjana dan Saudara Damai Hari Lubis didampingi Saudari Elida Netty selaku kuasa hukum Saudara Eggy Sudjana," ujarnya kepada Tribunnews.com, Jumat (9/1/2026).
Baca juga: Ratusan Ribu Akun Instagram dan Facebook Anak Dinonaktifkan Meta
Senada, Damai Hari Lubis membenarkan dirinya dan Eggi Sudjana ke rumah Jokowi untuk melunasi "utang" bertemu dalam agenda Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) pada 16 April 2025 lalu.
"Benar, karena Eggi minta ditemani oleh saya, dimana Eggi merasa terbebani karena saat 16 April 2025 pada waktu TPUA ke Solo agenda silaturahmi Eggi tidak hadir karena faktor sakit," ujarnya kepada Tribunnews.com, dikutip Minggu (11/1/2026).
"Sehingga ke Solo ini merupakan bagian langkah langkah agenda internal organisasi TPUA yang layak dijalankan," jelasnya.
Damai Hari Lubis mengaku tidak mau ambil pusing soal anggapan jika mereka berdua mendatangi Jokowi untuk meminta maaf mengingat status keduanya yang menjadi tersangka atas laporan Jokowi.
Menurutnya, Eggi Sudjana selaku Ketua TPUA akan memberikan klarifikasi agar isu ini tidak menjadi liar dan bisa mencegah adanya fitnah kepada mereka.
| NasDem Pertanyakan Efektivitas Potong Gaji Pejabat, Rp 850 Miliar Dinilai Kecil |
|
|---|
| Aturan Baru Pendidikan! ChatGPT dan AI Instan Tak Boleh Digunakan Siswa SD-SMA |
|
|---|
| Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Dikritik Dewan Pers, Dinilai Bertentangan dengan UU Pers |
|
|---|
| Vlog di Rumah Duka Vidi Aldiano Tuai Kritik, Sule Akhirnya Minta Maaf dan Hapus Videonya |
|
|---|
| Ada 4 Simulator Berkuda di Markas Polisi Satwa Depok, Harga per Unit Rp1 Miliar |
|
|---|