Idul Fitri 2026
Salat Idulfitri 1447 H: Niat, Tata Cara, dan Panduan Jika Dilakukan Sendiri
Hari Raya Idulfitri 1447 H segera tiba. Simak panduan lengkap niat dan tata cara salat Id, termasuk ketentuan jika dikerjakan sendiri di rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Shalat-idul-fitri-merupakan-shalat-sunnah.jpg)
Ringkasan Berita:
- Salat Idulfitri merupakan ibadah sunnah muakkad yang dianjurkan berjamaah di masjid atau lapangan.
- *ersedia bacaan niat untuk imam, makmum, dan yang melaksanakan sendiri (munfarid).
- Salat idulfitri tetap sah dilakukan sendiri di rumah tanpa khutbah dengan tata cara yang sama.
TRIBUNGORONTALO.COM — Hari Raya Idulfitri 1447 H menjadi waktu yang penuh suka cita bagi umat Islam setelah menunaikan ibadah puasa selama sebulan di bulan Ramadhan.
Momen kemenangan ini ditandai dengan pelaksanaan salat sunnah Idulfitri atau salat Id yang memiliki hukum sunnah muakkad, sehingga sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah, baik di masjid maupun di lapangan terbuka.
Salat sunnah ini umumnya dilaksanakan pada pagi hari secara berjamaah di tempat-tempat tersebut.
Karena hanya dikerjakan sekali dalam setahun, masih banyak yang mencari panduan terkait niat dan tata cara salat Idulfitri yang benar.
Baca juga: Bacaan Qunut Witir Malam Terakhir Ramadan dan Penjelasan Hukumnya
Salat Idulfitri sebagai Ibadah Sunnah Muakkad
Salat Idulfitri termasuk dalam ibadah sunnah muakkad, yakni amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam.
Pelaksanaannya dianjurkan secara berjamaah di masjid atau lapangan agar umat Muslim dapat merayakan hari raya secara bersama-sama.
Namun, dalam kondisi tertentu yang membuat seseorang tidak dapat mengikuti salat berjamaah, salat Idulfitri tetap bisa dilaksanakan secara sendiri (munfarid).
Baca juga: Jelang Idulfitri, Ini Doa Ramadan Hari ke-28, 29, dan 30 Lengkap dengan Artinya
Niat Sholat Sunnah Idul Fitri
Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk dalam sholat Idul Fitri dua rakaat.
Bacaan niat dapat disesuaikan dengan posisi seseorang dalam sholat, baik sebagai imam, makmum, maupun ketika melaksanakan shalat sendirian.
1. Niat sebagai imam
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an imman lillhi ta'ala.
"Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah ta'ala."
2. Niat sebagai makmum