Berita Nasional
Ada 4 Simulator Berkuda di Markas Polisi Satwa Depok, Harga per Unit Rp1 Miliar
Video yang memperlihatkan fasilitas simulator berkuda milik kepolisian menjadi perbincangan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SIMULATOR-Potret-simulator-berkuda-di-kepolisian.jpg)
Ringkasan Berita:
- Video simulator berkuda milik Polri viral di media sosial dan memicu berbagai komentar publik.
- Mabes Polri menjelaskan alat tersebut merupakan fasilitas latihan yang dibeli pada 2016 dengan harga sekitar Rp1 miliar per unit.
- Simulator digunakan untuk melatih teknik dasar menunggang kuda, lompat rintangan, hingga simulasi balapan bagi personel polisi berkuda.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Video yang memperlihatkan fasilitas simulator berkuda milik kepolisian menjadi perbincangan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Menanggapi hal tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan penjelasan terkait fungsi serta pengadaan alat tersebut.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengatakan simulator berkuda tersebut bukan fasilitas baru.
Perangkat itu diketahui sudah dibeli menggunakan anggaran kepolisian pada tahun 2016.
Baca juga: Pasar Murah di Halaman Kantor Bupati Bone Bolango Gorontalo, Warga Tebus Sembako Harga Subsidi
Menurutnya, setiap unit simulator memiliki nilai sekitar Rp1 miliar. Peralatan tersebut dipakai sebagai sarana pelatihan bagi personel yang bertugas di satuan polisi berkuda.
Isir menjelaskan, simulator tersebut dirancang untuk membantu anggota polisi mempelajari berbagai teknik dasar berkuda sebelum berlatih langsung menggunakan kuda.
“Alat ini digunakan sebagai fasilitas latihan dasar bagi anggota yang bertugas di satuan berkuda,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Ia menambahkan, terdapat empat unit simulator yang tersedia dan masing-masing memiliki fungsi latihan yang berbeda.
Salah satu simulator digunakan untuk mempelajari teknik dasar menunggang kuda, mulai dari gerakan berjalan, berlari, hingga galop, yakni gerakan lari kuda dengan ritme langkah yang teratur.
Selain itu, ada pula simulator yang dipakai untuk latihan melompati rintangan atau jumping.
Sementara dua unit lainnya dimanfaatkan untuk latihan kecepatan atau simulasi balapan.
Baca juga: 252 Dapur MBG Ditutup Sementara Gara-gara Belum Penuhi Standar Sanitasi dalam 30 Hari
Fasilitas simulator berkuda tersebut berada di markas Direktorat Polisi Satwa yang berlokasi di kawasan Kelapa Dua, Depok.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah anggota polisi—baik pria maupun wanita, mencoba alat tersebut secara bergantian dengan didampingi instruktur.
Saat menggunakan simulator, para anggota duduk di atas alat yang menyerupai tubuh kuda.
Di depan mereka terdapat layar monitor yang menampilkan simulasi lintasan berkuda.
Perangkat tersebut juga bergerak mengikuti kondisi medan yang ditampilkan di layar, sehingga latihan terasa lebih mendekati pengalaman menunggang kuda secara langsung.(*)