Lipsus Kopi Gorontalo
Terungkap Alasan Mahasiswa Gorontalo Kini Lebih Sering Nongki di Street Coffee
Lapak kopi pinggir jalan atau street coffee kini menjadi pemandangan yang semakin akrab di Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/STREET-COFFEE-Dua-pengunjung-lapak-street-coffe-Panjaitan.jpg)
Maraknya street coffee di Kota Gorontalo tidak hanya mengubah pola nongkrong anak muda, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi pelaku UMKM kecil.
Lapak sederhana dengan berbagai jenis kopi hingga camilan lokal kini mampu menarik puluhan pengunjung setiap malam.
Bagi sebagian anak muda, nongkrong tidak lagi harus di kafe ber-AC atau tempat mahal. Cukup di pinggir jalan, dengan segelas kopi dan obrolan ringan, suasana sudah terasa cukup.
Pantauan awak media TribunGorontalo.com di lapangan kondisi Jalan Panjaitan pada Selasa malam masih terbilang normal meski lebih berkurang dari hari lain.
Begitu juga dengan lokasi lain seperti di Pasar Senteal, Ex Andalas Kota Gorontalo. Begitu juga dengan para pelaku UMKM juga banyak yang tidak buka di hari Senin ini. (*/Jefri)
| Sosiolog UNG Sabrina Nadia Sebut Budaya Kopi Ubah Pola Interaksi Warga Gorontalo |
|
|---|
| Street Coffee Kuasai Kota Gorontalo,Ratusan Lapak Padati Pasar Sentral dan Jalan Panjaitan |
|
|---|
| Kopi Jalanan Jadi Tren Anak Muda di Gorontalo, Syamsir Angkat Kopi Lokal |
|
|---|
| Kerap Sepi di Hari Normal, Pedagang Kopi di Pasar Sentral Gorontalo Punya Cara Balas Dendam |
|
|---|