Lipsus Kopi Gorontalo
Street Coffee Kuasai Kota Gorontalo,Ratusan Lapak Padati Pasar Sentral dan Jalan Panjaitan
Lapak kopi dengan konsep *street coffee* kian menjamur dan kini mendominasi sejumlah ruang publik di Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sreet-Coffe-di-Kota-Gorontalo-Kamis-2212026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Total sekitar 431 lapak kopi kini tersebar di ruang publik Kota Gorontalo.
- Konsentrasi terbesar ada di Pasar Sentral (±250 unit) dan Jalan Panjaitan (±143 unit), menjadikannya pusat keramaian baru.
- Lapak kopi menjadi bagian dari aktivitas anak muda, bukan sekadar minuman tapi gaya hidup.
- Harga terjangkau dan modal kecil membuat usaha ini diminati pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.
TRIBUNGORONTALO.COM – Lapak kopi dengan konsep *street coffee* kian menjamur dan kini mendominasi sejumlah ruang publik di Kota Gorontalo.
Pertumbuhannya terlihat masif, terutama di pusat perdagangan dan ruas jalan utama kota.
Menurut informasi yang dihimpun Tribun Gorontalo, Kamis (22/1/2026), jumlah lapak kopi yang terpantau saat ini diperkirakan mencapai sekitar 431 unit.
Ratusan lapak tersebut tersebar di kawasan Pasar Sentral, sepanjang Jalan Panjaitan, halaman Kantor Wali Kota Gorontalo, hingga kawasan Taman Kota.
Pasar Sentral Kota Gorontalo menjadi titik dengan konsentrasi lapak kopi tertinggi. Di area ini, jumlah lapak kopi diperkirakan mencapai sekitar 250 unit.
Sebagian besar lapak beroperasi pada sore hingga malam hari, memanfaatkan badan jalan, bahu jalan, serta area terbuka di sekitar pasar.
Lapak-lapak kopi di Pasar Sentral didominasi konsep sederhana dengan meja lipat. Namun, sebagian besar sudah menggunakan booth berukuran kekinian serta kursi outdoor.
Kawasan ini pun berubah menjadi pusat keramaian baru, terutama bagi anak muda yang menjadikan kopi sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Pertumbuhan di Jalan Panjaitan
Selain Pasar Sentral, pertumbuhan lapak kopi paling mencolok terjadi di sepanjang Jalan Panjaitan.
Berdasarkan pendataan awal, dari depan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) hingga Kantor Bank SulutGo (BSG), tercatat 43 lapak kopi.
Sementara itu, dari kawasan BSG hingga simpang empat Masjid Baiturahim, jumlah lapak kopi diperkirakan mencapai sekitar 100 unit.
Dengan demikian, total lapak kopi di sepanjang Jalan Panjaitan mencapai sekitar 143 unit, menjadikan kawasan tersebut sebagai koridor utama pertumbuhan *street cafe* di Gorontalo.
Lapak Kopi di Area Perkantoran dan Taman Kota
Di halaman Kantor Wali Kota Gorontalo, terpantau sekitar 26 lapak kopi aktif beroperasi, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo.
Lapak-lapak ini menempati halaman depan kantor wali kota yang memang disiapkan pemerintah sebagai bagian dari pemberdayaan pelaku usaha kecil.