Lipsus Kopi Gorontalo
Street Coffee Kuasai Kota Gorontalo,Ratusan Lapak Padati Pasar Sentral dan Jalan Panjaitan
Lapak kopi dengan konsep *street coffee* kian menjamur dan kini mendominasi sejumlah ruang publik di Kota Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sreet-Coffe-di-Kota-Gorontalo-Kamis-2212026.jpg)
Sementara itu, di kawasan Taman Kota Gorontalo terdapat sekitar 12 lapak kopi yang rutin beroperasi pada malam hari. Ruang terbuka hijau tersebut kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menjadi lokasi aktivitas ekonomi informal.
Maraknya lapak kopi di berbagai titik menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat Gorontalo. Kopi tidak lagi sekadar minuman, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya di kalangan generasi muda.
Setiap malam, lapak-lapak kopi di Pasar Sentral dan Jalan Panjaitan tampak dipadati pengunjung. Sebagian datang untuk menikmati kopi, sementara lainnya memanfaatkan suasana terbuka untuk berkumpul, berdiskusi, atau bekerja dengan perangkat digital.
Harga yang relatif terjangkau menjadi daya tarik utama. Dengan modal usaha yang tidak terlalu besar, pelaku usaha mampu menjangkau pasar luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.
Tantangan Penataan
Pesatnya pertumbuhan lapak kopi juga menghadirkan tantangan. Pemanfaatan ruang publik secara masif memerlukan penataan agar tidak mengganggu ketertiban, kebersihan, dan fungsi utama ruang kota.
Pemerintah Kota Gorontalo diketahui masih melakukan pendataan terhadap lapak kopi yang beroperasi di ruang publik. Pendataan ini menjadi langkah awal sebelum penataan lanjutan dilakukan bersama dinas terkait.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Jack Helingo, menyebut pertumbuhan UMKM di Gorontalo sangat pesat, terutama di sektor kuliner dan minuman.
“Sekarang banyak *street cafe* tumbuh di beberapa titik, terutama di kawasan Pasar Sentral. Ini menunjukkan geliat ekonomi mulai terasa,” ujarnya kepada Tribun Gorontalo, Senin (19/1/2026).
Ia menambahkan, pelaku usaha kopi didominasi generasi muda yang melihat peluang usaha di tengah keterbatasan lapangan kerja.
“Banyak anak muda yang mencoba membuka usaha kopi. Mereka melihat peluang, sambil menunggu pekerjaan, akhirnya memilih berwirausaha,” katanya.
Dengan total sekitar 431 lapak kopi yang terpantau saat ini, sektor kopi di Gorontalo diprediksi masih akan terus berkembang. Tantangannya ke depan adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat diimbangi dengan penataan yang baik, sehingga lapak kopi tetap menjadi penggerak ekonomi tanpa mengorbankan ketertiban dan wajah kota.
Data UMKM Kota Gorontalo 2019–2025
Jumlah UMKM Kota Gorontalo menunjukkan tren kenaikan setiap tahun:
- 2019: 11.862 unit
- 2020: 12.892 unit
- 2021: 13.820 unit
- 2022: 14.697 unit
- 2023: 15.371 unit
- 2024: 15.785 unit
- 2025: 16.072 unit
Komposisi UMKM pada 2025:
- Usaha mikro: 12.507 unit
- Usaha kecil: 3.170 unit
- Usaha menengah: 395 unit
Sebagian besar UMKM bergerak di sektor kuliner dan minuman, perdagangan eceran, jasa, serta ekonomi kreatif.