Lipsus Kopi Gorontalo
Kerap Sepi di Hari Normal, Pedagang Kopi di Pasar Sentral Gorontalo Punya Cara Balas Dendam
Kehadiran pedagang street coffee di Pasar Sentral Kota Gorontalo beberapa bulan terakhir membuat pasar
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
Ringkasan Berita:
- Pedagang street coffee di Pasar Sentral Gorontalo kerap sepi di hari biasa, namun keramaian baru terlihat pada Malam Minggu
- Kopi susu menjadi minuman favorit, dengan produk lain seperti kopi gula aren dan Velvet Ice Coffee yang diminati pengunjung, terutama perempuan.
- Pedagang mengandalkan strategi seperti fasilitas yang nyaman, promosi media sosial, relasi, dan live musik untuk menarik pelanggan, sambil bersyukur atas dukungan pemerintah kota bagi UMKM.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kehadiran pedagang street coffee di Pasar Sentral Kota Gorontalo beberapa bulan terakhir membuat pasar ini tampak lebih hidup secara makro.
Namun, dari pantauan malam Rabu (20/1/2026), suasana tetap sepi.
Hujan baru saja reda dan hanya beberapa pengunjung terlihat duduk di area outdoor.
Sebagian pedagang memilih tidak membuka lapak saat hujan atau hari biasa karena biasanya sepi pengunjung.
Saat ini, pedagang kopi menempatkan lapaknya di beberapa titik, yaitu bagian selatan, tengah, dan utara pasar. Beberapa pedagang juga membuka gerai di dalam terminal.
Selain Pasar Sentral, street coffee kini menjamur di beberapa lokasi di Kota Gorontalo, seperti Jalan Panjaitan, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Ex Andalas, dan Taman Kota Gorontalo.
Rey Rasyid, pemilik Kala Coffee, mengatakan kondisi pasar belum terlalu ramai, terutama di bagian dalam terminal.
“Pengunjung di dalam terminal belum banyak, mungkin karena masih banyak yang belum tahu,” ujarnya.
Menurut Rey, keramaian baru terlihat pada malam-malam tertentu, khususnya Malam Minggu, saat lokasi yang ada kursi nyaman dan alat musik membuat pengunjung betah.
Dari sisi penjualan, Rey menyebut malam paling ramai bisa menjual sekitar 50 cup kopi, sementara hari biasa hanya 5–10 cup.
Baca juga: Ada 37.581 Hektar Lahan di Gorontalo Dikuasai Izin Pertambangan Emas, Terluas di Bone Bolango
Kopi susu menjadi minuman favorit, dijual Rp22 ribu per cup. Produk best seller lain termasuk kopi susu gula aren dan Velvet Ice Coffee yang lebih diminati pengunjung perempuan karena kombinasi vanilla dan butterscotch. Promosi sebagian besar dilakukan lewat Instagram.
Sementara itu, Indah Puspita Djufri, pemilik Minimal Ngopi, menutup kedainya setiap Senin karena sepi.
“Malam Minggu paling ramai, pendapatan kotor bisa Rp300–400 ribu, bahkan sampai Rp600 ribu jika teman-teman ikut beli,” ungkapnya.
Indah menambahkan, fasilitas seperti kursi dan lampu memengaruhi kenyamanan pengunjung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JUALAN-KOPI-Deretan-lapak-di-pasar-Sentral-Kota-Gorontalo.jpg)