Senin, 16 Maret 2026

Lipsus Kopi Gorontalo

Kopi Jalanan Jadi Tren Anak Muda di Gorontalo, Syamsir Angkat Kopi Lokal

Pertumbuhan street coffee atau kopi jalanan di wilayah Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir semakin pesat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kopi Jalanan Jadi Tren Anak Muda di Gorontalo, Syamsir Angkat Kopi Lokal
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
STREET COFFEE-- Potret sreet coffee di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Selasa (20/1/2026). Ideal Cofee pertahankan cita rasa kopi lokal. (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

Ringkasan Berita:
  • Street coffee menjamur di Gorontalo dan menjadi tren nongkrong anak muda, sementara kedai konvensional tetap bertahan dengan rasa kopi alami dan suasana tenang
  • Syamsir, pemilik Ideal Coffee, beradaptasi dengan pindah lokasi ke jalan utama, menjual kopi biji
  • Gen Z lebih memilih kopi jalanan karena praktis dan murah, sedangkan pelanggan dewasa tetap setia pada kedai kopi tradisional

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pertumbuhan street coffee atau kopi jalanan di wilayah Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir semakin pesat.

Di sejumlah ruas jalan, mulai dari gerobak kopi hingga kedai modern bermunculan dan menjadi pilihan baru anak muda untuk nongkrong, terutama di kawasan Jalan eks Pandjaitan, Pasar Sentral, dan Jalan eks Andalas.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku usaha kedai kopi dituntut untuk berinovasi agar tetap bertahan.

Salah satunya dialami Syamsir, pemilik kedai Ideal Coffee, yang belum lama ini memindahkan usahanya dari kawasan Kota Tengah ke lokasi baru yang lebih strategis di jalan utama.

Syamsir mengaku, setelah pindah lokasi, usahanya perlahan mulai membaik. Meski sempat sepi di awal, pelanggan lama kini kembali berdatangan, ditambah dengan pelanggan baru.

“Mulai minggu ini pelanggan lama sudah mulai datang ke sini. Dua hari lalu dan kemarin juga, mereka yang biasa di tempat lama sudah mulai ke sini lagi, ditambah dengan orang-orang baru,” ujar Syamsir kepada TribunGorontalo.com, pada Rabu (21/1/2026).

Menu kopi aren disebutnya masih menjadi favorit pelanggan. Meski begitu, ia mengakui kedainya belum sepenuhnya optimal karena belum menggunakan aplikasi pemesanan.

Syamsir menambahkan, dalam beberapa hari terakhir kedainya mulai ramai sejak siang hingga malam. Pada hari-hari tertentu bahkan bisa buka hingga dini hari.

Fenomena menjamurnya street coffee di Kota Gorontalo sempat memengaruhi usahanya, terutama pada masa awal pindah lokasi. Namun, kondisi kini berangsur stabil.

Menurut Syamsir, salah satu strategi bertahan adalah menjual kopi biji kepada pelanggan tetap. Hampir setiap hari ada dua hingga tiga orang yang membeli kopi biji di kedainya.

Ia menilai, meskipun banyak pelanggan memilih nongkrong di kawasan Panjaitan dan Pasar Sentral, sebagian tetap membeli kopi biji darinya.

Syamsir justru melihat sisi positif setelah pindah ke lokasi baru di jalan besar.

“Sekarang lebih bagus. Jalannya besar, jalan raya, artinya ruang untuk konsumen lebih tinggi,” katanya.

Di tengah persaingan, Syamsir memilih strategi berbeda: menjual “cerita” di balik kopi yang disajikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 16 Maret 2026 (26 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:03
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved