Ketupat Gorontalo
Gebyar Ketupat Gorontalo, Ada Lomba Ketinting Siap Ramaikan Pesisir Leato Selatan
Perayaan Hari Raya Ketupat di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, kembali digelar meriah pada tahun ini.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-09-18_pesisir-Leato-Selatan-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Perayaan Hari Raya Ketupat di Leato Selatan kembali digelar meriah dengan tambahan lomba balap perahu ketinting.
- Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat pesisir.
- Selain tradisi keluarga, event ini juga berpotensi menjadi magnet kegiatan berbasis wisata lokal.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Perayaan Hari Raya Ketupat di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, kembali digelar meriah pada tahun ini.
Tradisi yang identik dengan kebersamaan keluarga tersebut tidak hanya diisi dengan makan bersama, tetapi juga diramaikan oleh agenda khas masyarakat pesisir.
Salah satu kegiatan yang mencuri perhatian adalah lomba balap perahu ketinting bertajuk Gebyar Ketupat, Ketinting Racing Boat Series III.
Event ini melibatkan warga setempat bersama Karang Taruna dan telah menjadi agenda rutin yang dinantikan setiap tahun.
Baca juga: Momen Hangat Gusnar Ismail Hadiri Tasyakuran Cucu Idah Syahidah dan Rusli Habibie
Meski awalnya dijadwalkan bersamaan dengan Hari Raya Ketupat, panitia memutuskan untuk menggeser pelaksanaan lomba ke hari berikutnya.
Hari Raya Ketupat sendiri jatuh pada Sabtu, 28 Maret 2026, sementara lomba akan berlangsung sehari setelahnya.
Ketua panitia, Didit Nailu, mengatakan bahwa penyesuaian tersebut tidak mengurangi kemeriahan perayaan di hari utama.
Panitia tetap menyiapkan berbagai kegiatan agar suasana tetap hidup.
"Agar tidak kosong saat baru H nya, kami akan buat mini games, untuk masyarakat lokal," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (26/3/2026).
Menurut Didit, esensi Hari Raya Ketupat di Leato Selatan tetap terletak pada tradisi berkumpul dan menjamu keluarga yang datang berkunjung.
Lomba ketinting hadir sebagai pelengkap yang memperluas daya tarik perayaan.
Dari sisi partisipasi, minat masyarakat terhadap lomba ini cukup tinggi.
Panitia mencatat lebih dari 30 peserta telah mendaftar, tidak hanya dari Kota Gorontalo tetapi juga dari wilayah lain.
Beberapa peserta bahkan datang dari daerah pesisir Bone Bolango hingga luar provinsi, seperti Desa Saibuah dan Desa Lion di Sulawesi Utara.