Kamis, 12 Maret 2026

Lipsus Kopi Gorontalo

Terungkap Alasan Mahasiswa Gorontalo Kini Lebih Sering Nongki di Street Coffee

Lapak kopi pinggir jalan atau street coffee kini menjadi pemandangan yang semakin akrab di Kota Gorontalo. 

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Terungkap Alasan Mahasiswa Gorontalo Kini Lebih Sering Nongki di Street Coffee
TribunGorontalo.com
STREET COFFEE -- Dua pengunjung lapak street coffe Panjaitan bernama Opini Rasa Gorontalo. Keduanya curhat terkait fenomena ngopi pinggir jalan yang bikin betah.. 

Pengalaman serupa dirasakan Febriyanti Harun (19), mahasiswi Poltekkes asal Isimu, Kabupaten Gorontalo. 

Ia menilai nongkrong di pinggir jalan memberikan kesan lebih dekat antar teman.

“Kalau di pinggir jalan itu rasanya lebih akrab, tidak ada jarak. Kita bisa duduk berdekatan, cerita apa saja, tidak perlu merasa sungkan,” tuturnya.

Febriyanti mengatakan, nongkrong di street coffee tidak selalu soal kopi. 

Banyak pengunjung justru datang untuk berbagi cerita dan melepas penat setelah seharian beraktivitas.

“Kadang kopinya biasa saja, tapi suasananya yang bikin betah. Kita bisa cerita panjang sama teman, ketawa-ketawa, jadi stres juga berkurang,” katanya.

Untuk frekuensi, ia biasanya datang satu hingga dua kali seminggu jika sendiri. Namun jika bersama teman, bisa mencapai tiga sampai empat kali.

“Kalau lagi sering kumpul sama teman, bisa sampai empat kali seminggu,” ujarnya.

Soal lokasi, Febriyanti tidak terpaku pada satu tempat. Ia lebih memilih berdasarkan suasana dan harga.

“Yang penting suasananya ramai tapi nyaman, terus harganya murah. Kalau sudah cocok, biasanya sering datang lagi,” katanya.

Ia berharap ke depan lapak-lapak kopi pinggir jalan bisa terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM.

“Kalau makin banyak UMKM yang jualan, pilihannya juga makin banyak dan pengunjung pasti tambah ramai,” ucapnya.

Sementara itu, Meilan Senewe (22), warga Jalan Glatik, Kota Gorontalo, menilai street coffee menarik karena memberi pengalaman menikmati suasana kota secara langsung.

“Kalau nongkrong di pinggir jalan itu lebih santai karena bisa langsung lihat aktivitas kota, lihat kendaraan lewat, orang-orang juga, jadi tidak bosan,” ujarnya.

Ia menyebut penerapan jalur satu arah di beberapa ruas jalan justru membuat lokasi nongkrong lebih nyaman.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved