PEMPROV GORONTALO
Pemprov Gorontalo Kembali Revitalisasi Sekolah, Kini Tahap Verifikasi dan Validasi
Pemerintah Provinsi Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program revitalisasi sekolah.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-SMA-Negeri-1-Tilongkabila.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemprov Gorontalo mengalokasikan Rp34,9 miliar untuk memperbaiki 17 sekolah (SMA, SMK, dan SLB)
- Program revitalisasi tahun 2026 masih dalam proses verifikasi dan validasi data sekolah
- Gubernur Gorontalo meresmikan SMA Negeri 1 Tilongkabila sebagai bagian dari tujuh proyek pembangunan pendidikan
TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program revitalisasi sekolah.
Pada tahun 2025, sebanyak 17 sekolah yang terdiri dari SMA, SMK, dan SLB mendapat alokasi perbaikan dengan total anggaran mencapai Rp34,9 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menjelaskan bahwa dana revitalisasi tersebut difokuskan pada pembangunan dan perbaikan ruang kelas, ruang praktik, laboratorium, serta fasilitas dasar lain yang menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Alokasinya untuk kebutuhan ruang kelas, ruang praktik, laboratorium, dan kebutuhan lainnya seperti toilet, ruang guru, serta perpustakaan,” ujar Sudarman, Rabu (11/3/2026).
Sudarman menambahkan, revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Gorontalo untuk memastikan sarana pendidikan lebih layak dan mendukung proses pembelajaran.
Ia berharap jumlah sekolah yang mendapat bantuan pada tahun berikutnya bisa bertambah.
“Yang jelas, kita berharap semoga tahun ini lebih banyak sekolah yang bisa terakomodir,” ungkapnya.
Fokus 2026: Verifikasi dan Validasi
Untuk tahun 2026, Sudarman menyebut program revitalisasi masih berada pada tahap verifikasi dan validasi data sekolah yang akan diusulkan menerima bantuan. Ia menegaskan bahwa penanganan kerusakan sekolah akibat bencana tidak termasuk dalam program revitalisasi, melainkan melalui mekanisme berbeda setelah laporan resmi diterima pemerintah pusat.
“Penanganan itu di luar dari revitalisasi yang kita usulkan,” jelasnya.
Selain revitalisasi, Pemprov Gorontalo juga membangun sekolah baru. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, meresmikan SMA Negeri 1 Tilongkabila di Desa Tunggulo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (20/1/2026).
Sekolah ini merupakan salah satu dari tujuh proyek pembangunan pendidikan melalui program Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dengan anggaran Rp34,9 miliar. Gedung berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektare milik Pemprov Gorontalo dan dilengkapi fasilitas utama seperti ruang administrasi, enam ruang kelas, dua laboratorium, ruang ibadah, UKS, ruang BK, gudang, serta toilet.
Dalam prosesi peresmian, Gubernur Gusnar meninjau langsung setiap ruangan untuk memastikan kelayakan fasilitas. Ia menegaskan SMA Negeri 1 Tilongkabila siap menerima peserta didik baru pada tahun ajaran ini.
“Nanti kita masih atur tenaga pengajar, pokoknya tahun ajaran ini sudah mulai operasional,” tegasnya.
Gusnar juga berpesan agar seluruh fasilitas sekolah dijaga dengan baik dan mendorong penanaman pohon di lingkungan sekolah agar suasana lebih hijau dan nyaman.
Peresmian ini disambut antusias oleh warga setempat serta siswa SMP di sekitar Kecamatan Tilongkabila yang hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut. (***)