Ramadan 2026
Karsa Utama dan Rumah Pernik Gorontalo Mulai Dibanjiri Pengunjung
Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Gorontalo mulai dipadati pengunjung menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-di-Rumah-Pernik-Kota-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Toko Rumah Pernik dan Karsa Utama menjadi pusat keramaian warga berburu pakaian Lebaran, dengan kepadatan yang mulai memuncak pada sore hari dan malam hari setelah salat tarawih
- Pembeli tidak hanya datang dari Kota Gorontalo, tetapi juga meluas hingga Kabupaten Bone Bolango, Boalemo, bahkan dari luar provinsi seperti Sulawesi Tengah dan Bolmong Selatan
- Strategi potongan harga khusus Ramadan serta promosi masif di medsos menjadi faktor utama yang menarik minat warga untuk berbelanja lebih awal
TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Gorontalo mulai dipadati pengunjung menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Warga tampak memanfaatkan waktu berburu pakaian lebaran sejak sore hari hingga malam setelah salat tarawih.
Pantauan TribunGorontalo.com, Rabu (11/3/2026), dua toko yang terlihat paling ramai adalah Rumah Pernik yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto dan Karsa Utama di Jalan S Parman, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Sekitar pukul 16.30 Wita, pengunjung mulai berdatangan ke Rumah Pernik.
Suasana toko yang menjual berbagai jenis pakaian itu perlahan berubah menjadi lebih padat.
Beberapa ibu-ibu terlihat sibuk memilih pakaian di pajangan yang tersusun rapi, sementara remaja putri tampak saling berdiskusi menentukan pilihan busana.
Tidak hanya perempuan, sejumlah bapak-bapak juga terlihat mencari kaus dan celana pendek.
Beberapa dari mereka tampak berdiri sambil memegang beberapa potong pakaian sebelum memutuskan untuk membeli.
Salah satu karyawan Rumah Pernik, Hendra Saleh, mengatakan bahwa lonjakan pengunjung sebenarnya sudah terasa sejak awal Ramadan.
“Kalau ramai sebenarnya sudah mulai dari awal Ramadan. Tapi biasanya yang benar-benar membeludak itu tiga hari menjelang Lebaran,” ujar Hendra saat ditemui TribunGorontalo.com, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, waktu kunjungan pembeli memiliki pola tersendiri. Pada pagi hari toko mulai ramai sekitar pukul 10.00 Wita, kemudian kembali dipadati pengunjung pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
“Biasanya pagi sekitar jam 10.00 Wita sudah mulai ada pembeli, lalu sore jam 15.00 Wita sampai menjelang buka puasa,” jelasnya.
Keramaian kembali terjadi pada malam hari setelah masyarakat selesai melaksanakan salat tarawih.
“Semalam saja setelah tarawih banyak sekali yang datang. Kadang kami sampai kewalahan melayani pengunjung karena jumlahnya cukup banyak,” ungkapnya.