Jumat, 15 Mei 2026

Warga Tersambar Petir

Identitas Warga Gorontalo Diduga Tewas Tersambar Petir saat Memancing di Waduk

Seorang pria bernama Maisir Rawani Bahu (49), warga Kelurahan Tamulabutao 2, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, ditemukan tak bernyawa.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Identitas Warga Gorontalo Diduga Tewas Tersambar Petir saat Memancing di Waduk
Basarnas Gorontalo
KORBAN JIWA -- Sejumlah warga mengevakuasi korban. Seorang pria diduga tewas saat memancing di kolam pancing Buladu. (Sumber: Basarnas Gorontalo) 

Ringkasan Berita:
  • Maisir Rawani Bahu (49) meninggal dunia akibat tersambar petir saat memancing di Waduk Kelurahan Buladu, Kota Gorontalo, di tengah cuaca ekstrem menjelang waktu magrib
  • Kronologi Kejadian: Saksi mata melihat langsung korban tersambar petir pada pukul 16.40 WITA, namun baru bisa melapor ke Basarnas sepuluh menit kemudian karena kondisi cuaca yang masih sangat berbahaya di lokasi.
  • Proses Evakuasi: Tim SAR Gorontalo tiba di lokasi pada pukul 17.37 WITA

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang pria bernama Maisir Rawani Bahu (49), warga Kelurahan Tamulabutao 2, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, ditemukan tak bernyawa.

Maisir diduga tersambar petir saat memancing di area waduk Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kamis (14/5/2026) sore. 

Peristiwa nahas itu terjadi di tengah cuaca buruk yang melanda wilayah Kota Gorontalo bagian tengah menjelang waktu magrib. Hujan deras disertai kilatan petir mengguyur kawasan tersebut saat korban sedang berada di lokasi pemancingan. 

Kejadian ini sempat menghebohkan warga setelah video yang merekam suasana evakuasi beredar luas di media sosial. Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Fitria Yusuf, terdengar suara seorang anak yang diduga merupakan buah hati korban tengah meminta pertolongan kepada warga. Dengan nada panik, anak tersebut memohon agar warga segera membantu mengangkat tubuh ayahnya. 

“Om angkat akan uti,” ujar suara dalam video tersebut. 

Berdasarkan laporan resmi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, kejadian bermula sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, korban tengah memancing ikan di waduk di tengah kondisi hujan deras yang disertai petir. 

Laporan yang dikonfirmasi oleh Kasi Ops Basarnas Gorontalo, Halidin La Bidu, menjelaskan bahwa sekitar pukul 16.40 Wita, seorang saksi mata bernama Irwan Abdullah yang berada di lokasi melihat langsung korban tersambar petir. Namun, saksi mengaku tidak berani mendekat karena kondisi cuaca yang dinilai masih sangat berbahaya. 

Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 16.50 Wita, saksi segera menghubungi Basarnas Gorontalo untuk meminta bantuan evakuasi. 

Merespons laporan tersebut, tim Rescue Kantor SAR Gorontalo langsung melaksanakan briefing pada pukul 17.10 Wita sebelum bergerak menuju 
lokasi kejadian. Tim SAR tiba di lokasi pada pukul 17.37 Wita dan langsung mengevakuasi korban. 

Dalam laporan resmi Basarnas, disebutkan bahwa korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. 

“Tim Rescue KPP Gorontalo tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan evakuasi terhadap korban dalam kondisi meninggal dunia (MD) dibantu oleh warga dan keluarga korban,” tulis laporan tersebut. 

Usai dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. 

Tim SAR bersama keluarga tiba di rumah duka sekitar pukul 19.05 Wita, dan korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. 

Operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup pada pukul 19.20 Wita setelah seluruh tim selesai melaksanakan debriefing.  

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Warga Gorontalo Diduga Tewas Tersambar Petir di Waduk

Tips Menghindari Sambaran Petir saat Cuaca Buruk 

KORBAN JIWA -- Potret evakuasi korban jiwa. Seorang warga tewas diduga tersambar petir di kawasan kolam pancing. (Tangkapan layar video Facebook)
KORBAN JIWA -- Potret evakuasi korban jiwa. Seorang warga tewas diduga tersambar petir di kawasan kolam pancing. (Tangkapan layar video Facebook) (Facebook)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved