Berita Internasional
Sanksi Global dari Uni Eropa tak Adil! Keras ke Negara Lain tapi Lembek ke Amerika
Uni Eropa kembali menjadi sorotan setelah melontarkan ancaman sanksi ekonomi ke hampir seluruh penjuru dunia.
Tekanan ganda terhadap Teheran dan Moskow berpotensi mempererat hubungan kedua negara, sekaligus memicu lonjakan harga energi global.
Sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia, gangguan di Iran akan mendorong kenaikan harga minyak, yang pada akhirnya justru memperbesar pemasukan Rusia.
Fakta ini tercermin dari pergerakan harga minyak Brent yang sempat melonjak seiring meningkatnya kekhawatiran akan serangan Amerika Serikat ke Iran.
Fenomena sanksi juga menjelaskan mengapa upaya mendorong produksi minyak Venezuela dipandang tidak realistis dalam waktu dekat.
Lembaga riset energi Rystad Energy memperkirakan pemulihan infrastruktur minyak Venezuela yang rusak akibat sanksi dapat memakan waktu hingga 15 tahun.
Rusia Masih Bisa Ditekan, Tapi Terbatas
Berbeda dengan Iran, Uni Eropa masih memiliki ruang untuk menambah tekanan ekonomi terhadap Rusia.
Opsi yang tersedia antara lain membatasi impor pupuk Rusia, menjatuhkan sanksi ke perusahaan sipil yang terhubung dengan industri militer Moskow, serta memperketat penegakan sanksi yang sudah ada.
Namun, banyak analis meragukan efektivitas langkah tersebut untuk segera melumpuhkan ekonomi perang Rusia. Peneliti dari Atlantic Council menilai bahwa biaya nyata dari perang Ukraina belum sepenuhnya dirasakan oleh Kremlin.
Sanksi Global Makin Masif
Tren sanksi ekonomi kini menjadi instrumen utama kebijakan Barat. Profesor ekonomi Francisco Rodríguez mencatat, saat ini 54 negara di dunia berada di bawah rezim sanksi, melonjak tajam dibanding hanya lima negara pada awal 1960-an.
Hampir 30 persen ekonomi global kini terdampak langsung sanksi, meski rekam jejak kebijakan tersebut dinilai minim keberhasilan politik dan justru menimbulkan dampak besar bagi masyarakat sipil.
Sejarah menunjukkan sanksi gagal menggulingkan pemerintahan di Kuba, Korea Utara, hingga sejumlah negara lain.
Meski demikian, tekanan ekonomi justru terbukti efektif ketika diarahkan ke Amerika Serikat sendiri.
China dan Brasil, misalnya, berhasil memanfaatkan kekuatan ekonomi mereka untuk memaksa Washington memberikan konsesi dagang.
Situasi ini memperkuat pandangan bahwa sanksi hanya efektif jika diterapkan pada pihak yang benar-benar rentan terhadap tekanan tersebut.(*)
| Lovers Arch Ambruk, Ikon Romantis Italia Tinggal Kenangan Diterjang Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Intelijen Korea Selatan Sebut Kim Jong Un Siapkan Putrinya Jadi Pewaris Kepemimpinan Korea Utara |
|
|---|
| WhatsApp Diblokir Total di Rusia, Kremlin Dorong Warga Gunakan Aplikasi Pesan Nasional |
|
|---|
| Iran Sebut Amerika Ajukan Empat Syarat untuk Hindari Perang, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung |
|
|---|
| Analisis Geopolitik Jika Amerika Berani Serang Iran, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bisa Tenggelam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/UNIEROPA-Presiden-Amerika-dianggap-tak-tersentuh-oleh-kebijakan-sanksi-Uni-Eropa.jpg)