Berita Internasional
Presiden Baru Peru Tolak Mundur di Tengah Gelombang Protes Gen Z
Situasi politik di Peru kembali memanas setelah kematian tragis rapper dan aktivis muda Eduardo Ruiz (32) dalam aksi demonstrasi anti-pemerintah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DEMO-Situasi-di-Peru-saat-Gen-Z-meluapkan-kemarahannya-kepada-pemerintah-setempat.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Situasi politik di Peru kembali memanas setelah kematian tragis rapper dan aktivis muda Eduardo Ruiz (32) dalam aksi demonstrasi anti-pemerintah mengguncang ibu kota Lima.
Presiden baru Peru, Jose Jeri, menegaskan tidak akan mengundurkan diri, meski tekanan publik kian meningkat dan aksi protes meluas di berbagai kota.
Pemerintah mengumumkan pada Kamis (16/10) malam bahwa status darurat akan diberlakukan di ibu kota Lima, sementara kantor kejaksaan memulai penyelidikan resmi atas kematian Ruiz, yang ditembak saat bergabung dalam aksi massa sehari sebelumnya.
Kepala Kepolisian Nasional Peru, Jenderal Oscar Arriola, menyebut bahwa seorang anggota polisi bernama Luis Magallanes diduga menjadi pelaku penembakan fatal tersebut.
Magallanes kini ditahan dan telah diberhentikan dari jabatannya, sementara ia juga menjalani perawatan di rumah sakit setelah diserang massa yang marah.
Kematian Ruiz menjadi korban pertama dalam gelombang protes yang telah berlangsung lebih dari sebulan.
Awalnya, aksi ini menuntut perbaikan upah dan pensiun bagi generasi muda, namun kini berkembang menjadi gerakan besar menentang korupsi dan meningkatnya kejahatan yang melanda negeri itu.
Demonstrasi tersebut juga berujung pada pemakzulan mantan Presiden Dina Boluarte pekan lalu, membuka jalan bagi naiknya Jose Jeri sebagai presiden baru, presiden ketujuh Peru dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.
Pada Rabu (15/10), ribuan pengunjuk rasa memadati jalan-jalan di seluruh negeri.
Di ibu kota Lima, ratusan orang bentrok dengan polisi di sekitar gedung Kongres sambil menyerukan agar Presiden Jose Jeri mengundurkan diri.
Namun, Jeri menegaskan dirinya tidak akan mundur.
“Tanggung jawab saya adalah menjaga stabilitas negara. Itu komitmen saya,” ujar Jeri kepada media lokal setelah mengunjungi parlemen Peru.
Ia juga menyatakan akan meminta kewenangan tambahan untuk memerangi kejahatan.
Dalam unggahan di platform X (Twitter), Jeri mengaku menyesalkan kematian Ruiz dan berjanji akan melakukan penyelidikan objektif.
Ia menyalahkan “kelompok kriminal yang menyusup ke demonstrasi damai untuk menebar kekacauan.”
| Mojtaba Khamenei jadi Pemimpin Baru Iran, Amerika Emosi Sebut tak Bakal "Hidup" Lama |
|
|---|
| Perang Iran Meluas ke Banyak Negara, Lebih dari 1.300 Orang Tewas dalam Enam Hari |
|
|---|
| Konflik Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Gara-gara Jalur Minyak Dunia Terganggu |
|
|---|
| Serangan Drone Iran Tewaskan Tentara Amerika, Washington Curiga Ada Bantuan Intelijen Rusia |
|
|---|
| Hari Keenam Perang Iran-Amerika: Kapal Perang Tenggelam, Rudal Hantam Banyak Negara |
|
|---|