Sains dan Teknologi
Trump Terapkan Tarif 100 Persen untuk Chip Impor, Harga HP dan Laptop Terancam Naik
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan akan memberlakukan tarif 100% untuk chip komputer dan semikonduktor yang diimpor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HP-iPhone-16-nxb.jpg)
Meski Apple gencar membangun lini produksi di AS, sebagian besar iPhone masih dirakit di luar negeri.
Kesepakatan antara Trump dan Tim Cook kemungkinan bertujuan melindungi produk tersebut dari lonjakan tarif.
Namun, analis menyebut hanya perusahaan besar dan kaya yang mampu membangun pabrik di AS yang akan selamat.
"Ini adalah permainan bertahan hidup bagi yang terbesar," kata Brian Jacobsen, kepala ekonom di Annex Wealth Management.
Tarif Ditujukan untuk China?
Para pengamat percaya bahwa tarif ini sebagian besar ditujukan untuk chip buatan China, termasuk produk dari Huawei dan SMIC.
Produk-produk ini kemungkinan besar akan terkena tarif karena tidak dibuat di AS dan biasanya masuk dalam bentuk komponen di perangkat rakitan China.
Menurut Martin Chorzempa dari Peterson Institute, perusahaan besar dengan komitmen investasi domestik akan diuntungkan, sedangkan perusahaan dengan manufaktur asing akan menanggung beban tarif.
Beda Pendekatan: Trump vs Biden
Langkah Trump ini menandai perubahan tajam dari pendekatan pemerintahan Biden sebelumnya.
Biden mendorong investasi dengan memberikan insentif seperti CHIPS and Science Act senilai lebih dari $50 miliar untuk membangun pabrik chip di AS, mendanai riset, dan pelatihan tenaga kerja.
Trump, sebaliknya, menggunakan ancaman tarif sebagai alat pendorong untuk meningkatkan produksi domestik, meski risikonya adalah naiknya harga dan tekanan terhadap margin keuntungan perusahaan.
(*)
| SpaceX Luncurkan 28 Satelit ke Orbit Rendah Bumi, Warga California Sempat Dengarkan Sonic Boom |
|
|---|
| iPhone 17 Kena Masalah Serius, Pengguna Keluhkan Sinyal Hilang dan Wi-Fi Putus |
|
|---|
| Apple Punya Jurus Rahasia untuk iPhone Lipat, Siap Balikkan Dominasi Samsung dan Google? |
|
|---|
| Tablet Sultan Baru! Samsung Tab S11 Ultra Usung Layar 14,6 Inci AMOLED |
|
|---|
| Belanda Paksa Facebook-Instagram Kembali ke Timeline Lama, Bukan Lagi Rekomendasi Profiling |
|
|---|