Peringatan Tsunami

Daftar Negara dengan Sistem Peringatan Tsunami Paling Canggih, Indonesia Masuk?

Tsunami merupakan sebuah bencana alam yang datang tiba-tiba sehingga membutuhkan sistem peringatan dini yang cepat, akurat, dan terkoordinasi.

Editor: Prailla Libriana Karauwan
InaTEWS - BMKG
STATUS WASPADA - Tangkapan layar InaTEWS - BMKG tentang peringatan dini tsunami, Kamis (31/7/2025). Indonesia memiliki sistem canggih untuk mendeteksi adanya peringatan dini tsunami. Ada lima negara yang memiliki sistem canggih tersebut 

India kini menjadi negara pertama di dunia yang memiliki kemampuan memprediksi risiko tsunami di wilayah pesisir secara waktu nyata, termasuk tinggi gelombang dan lokasi bangunan rentan yang kemungkinan terdampak.

Bagaimana dengan Indonesia?

Meskipun tidak disebutkan dalam laporan UNDRR, Indonesia telah memiliki sistem peringatan dini tsunami yang dinamakan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).

Dikutip dari laman Sustainable Development Goals PBB, sdgs.un.org, InaTEWS merupakan program operasional Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bagian dari tugas pemerintah dalam menyediakan layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika — termasuk peringatan dini dan informasi publik.

BMKG juga bertugas menyediakan layanan informasi tsunami di bawah koordinasi UNESCO/IOC kepada negara-negara anggota di kawasan Samudra Hindia.

Tujuan InaTEWS antara lain:

  1. Memberikan peringatan dini kepada masyarakat pesisir saat terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami.
  2. Meningkatkan kerja sama antarlembaga dan pemerintah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan akurasi sistem peringatan dini.
  3. Mengembangkan teknologi TEWS dengan menggunakan peralatan seperti stasiun cuaca atau radar gelombang laut yang menyuplai data suhu laut, angin, dan tinggi gelombang, untuk mendukung prakiraan cuaca serta informasi perubahan iklim dan dampaknya.

Early Warnings for All

Pada Maret 2022, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres meluncurkan inisiatif "Peringatan Dini untuk Semua" (Early Warnings for All).

Guterres menyoroti, sekitar 700 juta orang di seluruh dunia masih berisiko terdampak tsunami.

Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan perlindungan universal dari kejadian hidrometeorologis, klimatologis, dan lingkungan lainnya melalui sistem peringatan dini multi-bahaya yang menyelamatkan nyawa, memungkinkan tindakan antisipatif, dan memperkuat ketahanan.

Target waktu inisiatif ini adalah akhir tahun 2027.

Empat Pilar Peringatan Dini untuk Semua:

  1. Pengetahuan Risiko Bencana – dipimpin oleh UNDRR
  2. Deteksi, Observasi, Pemantauan, Analisis, dan Prakiraan – dipimpin oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO)
  3. Penyebaran dan Komunikasi Peringatan – dipimpin oleh Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU)
  4. Kesiapsiagaan dan Kapasitas Respons – dipimpin oleh Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC). (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved