Lipsus Harga Beras
Harga Beras Naik, Warga Gorontalo Pilih Beras Jagung hingga Umbi-umbian
Warga Gorontalo menjadikan beras jagung sebagai bahan pangan alternatif akibat naiknya harga beras.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-beras-yang-dijual-pedagang-di-Pasar-Liluwo-gtggg.jpg)
Namun, ia menilai kualitas beras lokal masih belum bisa bersaing.
“Sebelumnya itu per koli hanya Rp 650 ribu. Sekarang sudah naik jadi Rp 820 ribu. Menurut saya, ini karena panen di Kabupaten Gorontalo masih kurang, dan kualitas beras lokal juga masih di bawah,” jelasnya.
Eman (57), warga Kelurahan Dunggaluwa, Kecamatan Limboto, berharap pemerintah segera turun tangan.
“Harga beras ini kasihan, sangat mencekik masyarakat ekonomi ke bawah. Harapannya dari pemerintah provinsi dan kabupaten bisa atasi masalah ini dengan cepat,” ujarnya.
Eman menduga kenaikan harga beras dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pengelolaan pertanian hingga kondisi cuaca. Ia berharap langkah konkret seperti operasi pasar murah segera dilakukan.
“Sebelum harga bahan pokok naik lebih jauh, pemerintah harus bergerak. Bisa dengan pasar murah atau solusi lain, supaya masyarakat tidak makin terbebani,” tutup Eman. (*/Jefri/TribunGorontalo)
| Ketua DPRD Gorontalo Zulfikar Usira Sebut Operasi Pasar Jadi Solusi Sementara Tekan Harga |
|
|---|
| Panen Raya di Kabupaten Gorontalo, Harapan Baru Tekan Harga Beras Melambung |
|
|---|
| Lonjakan Harga Beras Bikin Penjual 'Nasi Kucing' Gorontalo Berencana Kurangi Porsi |
|
|---|
| Akademisi Gorontalo Ungkap 3 Pemicu Kenaikan Harga Beras: Kemarau Panjang hingga Panen Tak Serentak |
|
|---|
| Beras Mahal, Sembako Ikut Naik, Warga Gorontalo Tercekik Kenaikan Harga |
|
|---|