Pemkot Gorontalo
Wawali Kota Gorontalo Indra Gobel Peringatkan Dapur MBG: Jangan Main-main dengan Gizi Anak
Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel menegaskan tidak akan mentoleransi kelalaian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penulis: WawanAkuba | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SPK-MBG-Wakil-Wali-Kota-Gorontalo-Indra-Gobel-saat-sambutan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel menegaskan tidak akan mentoleransi kelalaian dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.
Hal itu ia ungkapkan dalam acara Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) Satuan Pendidikan dan SPPG Se Kota Gorontalo Tahun 2026, pagi tadi di Aula Rudis Wali Kota Gorontalo, Jumat (6/3/2026).
Di hadapan 14 perwakilan dapur MBG itu, Indra memastikan pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam pengelolaan program tersebut.
Baca juga: Jalan Palma Rusak Bertahun-Tahun, Kini Masuk Prioritas Perbaikan Pemkot Gorontalo
Program Makan Bergizi Gratis merupakan program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Program ini kata Indra untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik.
Dalam pelaksanaannya di daerah, makanan disiapkan melalui dapur MBG, yang secara teknis dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Wali Kota menekankan bahwa program yang berkaitan langsung dengan kesehatan anak-anak harus dijalankan dengan standar yang ketat, mulai dari penyediaan bahan pangan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada peserta didik.
“Dalam program yang menyangkut kesehatan anak-anak, tidak boleh ada ruang bagi kelalaian,” tegas dalam acara yang juga dihadiri 63 kepala sekolah dasar (SD) dan 15 kepala sekolah menengah (SMA/SMK).
Ia mengatakan Pemerintah Kota Gorontalo memberikan perhatian serius terhadap keamanan dan kelayakan pangan yang disajikan kepada siswa.
Beberapa temuan di lapangan terkait makanan yang tidak layak konsumsi maupun produk pangan yang tidak memenuhi standar menjadi peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan pengawasan.
Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam operasional dapur MBG, termasuk pengelola dapur, penyedia bahan pangan, hingga pihak terkait lainnya, diminta memastikan setiap makanan yang disajikan memenuhi standar keamanan pangan, higienitas, dan kelayakan konsumsi.
Wakil Wali Kota juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil tindakan apabila pelanggaran masih terjadi dalam pelaksanaan program tersebut.
“Jika ke depan masih ditemukan pelanggaran yang sama, Pemerintah Kota Gorontalo tidak akan ragu untuk mengambil langkah tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Menurutnya, program pemenuhan gizi bagi peserta didik merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.
Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi anak sejak dini, diharapkan mereka dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya saing di masa depan.